Skip to main content

Wisata ala Blogger Kere "Murah tapi Tidak Murahan"

Jogja memang terkenal dengan banyaknya tempat wisata yang menjamur disetiap daerah. Begitu pula wisata yang menyajikan pemandangan yang indah dengan biaya yang sangat murah. Wisata yang murah, lantas harus menjulukinya sebagai wisata murahan? Oh jangan dulu! Malah yang murah-murah itu tempatnya apik plus keren.

Wisata alam yang ada di bumi gudeg ini berada dipinggir kota, karena jika ditengah kota namanya wisata kota, salah satunya,  Puncak Becici.
Puncak Becici adalah obyek wisata yang terletak di dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, sebuah wisata yang memberikan kesan pertama akan alamnya yang sangat alami dan sejuk.

Mungkin wisatawan yang melakukan aktifitas wisatanya di Hutan Pinus Imogiri tidak mengetahui Puncak Becici. Sehabis berwisata di hutan pinus lantas balik arah ke Imogiri. Padahal, jika naik keatas lagi kita akan menjumpai banyaknya tempat wisata pinus yang tidak kalah indah dengan Hutan Pinus Imogiri.
Kurang lengkap gimana coba, diucapin selamat datang
Puncak Becici mungkin sama dengan Hutan Pinus Imogiri, banyak pohon pinus tinggi yang menjulang keatas. Tapi ada nilai plusnya yang tidak dijumpai di Hutan Pinus Imogiri yaitu ada puncak yang memperlihatkan keindahan alam di pinggir tebing tinggi.

Kurang lebih berjalan 200 meter dari pintu gerbang masuk wisata, kita akan disuguhi dengan pemandangan Kota Jogja dari ketinggian, tempat yang lumayan asyik untuk menikmati alam. Disediakn kursi-kursi untuk para pasangan sah dan tidak sah, buat jomblo juga ada, dipinggir tebing. Jika merajuk tinggal tendang aja bokongnya. Tangga-tangga yang disusun rapih agar akses jalan lebih mudah.

Terlihat dari atas tebing, sawah-sawah dan perkebunan masyarakat sekitar yang membuat mata ingin berlama-lama menikmati keindahan yang Tuhan ciptakan. Buat para Jomblo, biarkan mereka menikmati kesendirian membuang jauh-jauh pandangan kosong. Tolong untuk para mantan agar jangan dibuang ketempat ini, kembalikan saja mereka kepangkuang orang tuanya, karena mantan juga manusia yang perlu dipelihara untuk mereka yang mencintainya sesungguhnya, hahazeeek.

Setelah capek menikmati alam, wisata Puncak Becici juga menawarkan para wisatawan untuk melepas penatnya setelah menanjaki tangga-tangga kehidupan jalan setapak. Ada beberapa warung yang disediakan pengelola wisata untuk beristirahat. Harganya yang sangat murah menandakan ini adalah Jogja bukan Jakarta.

Selain warung makan, toilet juga menjadi perhatian para pengelola. Toilet yang ditata rapih dan bersih plus airnya yang sueger berasa ingin berlama-lama. Parkiran yang cukup luas, bisa menampung beberapa mobil dan motor tentunya plus tukang parkirnya yang ramah.

Yang paling penting dari semuanya adalah biaya. Dengan bermodalkan bahan bakar kendaraan dan uang parkir, kita sudah bisa menikmati beragam fasilitas yang disediakan oleh pengelola secara gratis tiisss, karena yang gratisan itu bikin bahagia, apalagi kalo lagi kere. Berhubung ane belum sempat beli mobil jadi markir dibagian roda dua dulu, dengan 2 ribu perak dan uang masuk 2 ribu, ane udah bisa nikmatin pemandangan disekitar.
Tiket-tiketan
Oh iya, kalo ke Puncak Becici ane saranin perginya pagi hari ketika mataharinya masih woles, bukitnya menghadap barat, kalo kesininya sore malah nggak bagus fotonya. Untuk pencinta senja mah, siang juga bisa mangkaaat!!!

Perjalanan kurang lebih 1 jam dari pusat kota. Ada dua jalur untuk menempuh Puncak Becici, via Wonosari dan Imogiri Timur. Untuk yang lebih santai, ane saranin lewat jalur Wonosari aja, jalannya nggak se-ekstrim Imogiri Timur, tapi ya gitu, lumayan jauh soalnya muter. Jalur Imogiri Timur lumayan dekat ketimbang jalur Wonosari, tapi ya gitu, tanjakannya lumayan tinggi. Untuk yang jalur Imogiri Timur ancer-ancernya satu arah Hutan Pinus Imogiri. Dari Hutan Pinus naik dikit lagi arah keatas, kurang lebih 10 menit nyampe.

Berwisatalah dengan baik, jangan mengotori apalagi berbuat aneh-aneh. Jangan lupa berdo'a sebelum makan, cuci tangan sebelum tidur, beli bensin sebelum jalan. Selamat berwisata para kawula muda.

Comments

  1. Wah aku belum sempet kesana, kayaknya seru. Apalagi bagian nendang jomblo dipinggir tebing. Hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bolehlah next time nanti bareng ane kesana ya Jombs *ups

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...