Skip to main content

Mampir di Jogja, Jangan Lupa Main Kesini Guys!

Kali ini ane akan menceritakan sedikit pengalaman, mau bilang pengalaman traveling ane bukan traveler sejati, mau bilang pengalaman backpaking ane bukan backpacker sejati, mau bilang cinta tapi takut salah.

Yupss... Kali ini ane mau bagiin pengalaman main ke Candi Ratu Boko Yogyakarta, salah satu icon kota gudeg ini. Tahukah kalian Candi Ratu Boko ?
Mungkin ada beberapa orang yang belum tahu. Ane kali ini akan memberikan beberapa tips dan cara agar bisa sampai ke tkp.

Candi Ratu Boko, terletak di sebelah timur kota gudeg. Kurang lebih 14 km dari pusat kota Jogja. Ada beberapa cara untuk bisa sampai disana. Pertama menggunakan Bus Trans Jogja. Kedua menggunakan mobil atau motor. Ketiga yang paling murah tanpa biaya yaitu jalan kaki broo, dengan jalan kaki dapat kesehatan plus dapat pemandangan indah juga #huazeek

Jikalau opa dan oma bukan asli jogja atau hanya datang liburan kesini saran ane mending naik trans jogja aja lebih murah dan efisien, dengan naik trans jogja jurusan Candi Prambanan opa dan oma sudah melaksanakan 80% akad perjalanannya.
Caranya cari halte trans terdekat dari tempat opa dan oma berdiri saat ini, kalau bingung tanya aja, orang Jogja ramah-ramah kok, kalian akan dijelaskan secara lengkap tapi jangan heran opa dan oma akan diberi info dengan bahasa jawa (sebagian saja), kalau tidak faham mending minta tolong dijelasin dengan bahasa Indonesia aja, gak usah sok-sok an faham, takutnya nanti salah arah.

Setelah dapet info halte trans mending opa dan oma langsung nyari haltenya kalau didiemin dulu takutnya lupa. Setelah menemukan keberadaan letak dan petak halte nya langsung saja masuk jangan sungkan dan malu-malu, penjaganya akan menerima apa adanya dirimu, cukup dengan membayar 3500 rupiah dan memberi tahu ke petugasnya akan tujuan dan maksud perihal perjalanan wisata ke Ratu Boko.

Nanti opa dan oma akan diarahkan untuk naik ke Bus yang mengarah ke Candi Prambanan, karena titik terakhir trans jogja ada di seberang jalan Candi Prambanan. Dirimu bisa main ke Candi Prambanan dulu, itung-itung sekali lempar dua mangga tetangga yang jatuh. Kalau tujuan dirimu ke Candi Prambanan, cukup sampai di halte itu aja dan jalan dikit ke seberang jalan. Nyampe deh!

Berhubung ane kali ini menceritakan tentang Ratu Boko, maka ane akan lanjutin ceritanya.

Uhuk... Break dulu... Monggo diminum air putihnya biar tambah sehat dan kuat mengikuti cerita ane.

Jikalau kakanda dan adinda sudah sampai di halte Candi Prambanan, 80% akadnya sudah dilalui. Setelah dari halte trans, cari ojek disekitar situ aja, ane gak ngerti kalau Gojek (Ojek Modern) ada disekitar situ atau tidak. Kemarin ane cuman make Otra (Ojek Tradisional), ngitung-ngitung memproklamirkan kembali kejayaan Gotra yang sempat punah digerus zaman.

Pinter-pinter nawar aja biar dapet potongan harga ojeknya, gak munafik kok orang Indonesia pinter nawar hahaha. Kemarin ane bayar 15 ribu rupiah, kalo udah naik ojek gak usah khawatir, 99% udah nyampe di tkp 1% jangan lupa turun dari motor kalau sudah sampe.

Jikalau tuan dan nyonya sudah sampe di tkp, jangan lupa beli tiket dulu baru masuk, karena yang tidak bertiket dilarang masuk. Harga tiket masuk 25 ribu per kepala, jika dua kepala berarti 50 ribu, jika tiga kepala 75 ribu dan jika empat kepala hitung sendiri cuy.

Jikalau pace dan mace ingin melihat sunset yang kecenya abis gak ketulungan dengan harga tiket diatas mending datengnya sebelum jam 3, soalnya kata om-om yang jaga gerbang tiket, harga tiket masuk untuk lihat sunset beda, 100 ribu per kepala, jika dua kepala 200 ribu, jika tiga kepala pikir sendiri

Mungkin itu aja bro cerita dari Bang Noe. Kalau gak sibuk nanti kapan-kapan ane anterin, ngomong aja gak usah sungkan-sungkan, ane ada kok buat eneng dalam 24 jam sehari. Ahaide...

Salam...

Comments

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...