Skip to main content

Inilah Beberapa Tingkah Laku dan Kebiasaan Unik Mahasiswa Jogja!


Indeks kepadatan mahasiswa yang masuk ke kota Jogja setiap tahun nya sangat meningkat drastis dengan cara berbondong-bondong. Tingkat pemasukan lebih banyak dari pada tingkat pengeluaran, yang disebabkan banyaknya mahasiswa yang terlena dengan keadaan sampai lupa akan kewajiban.

Semua itu menimbulkan berbagai macam tingkah laku yang menetap dikota ini. Para perantau berdatangan dengan tujuan utama adalah mencari ilmu walaupun ada sebagian tingkah laku yang menyimpang (baik) tak lain dan tak bukan, hanyalah ingin mencari kesibukan lain.

Berbicara perihal mahasiswa Jogja dari kacamata Bang Noe! Ane sudah menelisik, menggali, menggaruk dan mengumpulkan beberapa tingkah laku atau kebiasaan unik yang dapat mewakili hati sebagian mahasiswa yang ada, diantaranya:

Sekolah Yang Rajin (Pegadaian)

Mengatasi masalah tanpa masalah, semboyan yang sangat membantu bagi para mahasiswa Jogja khususnya. Maksudnya memasukkan barang kedalam suatu tempat dan ketika keluar berharap akan membawa seikat duit dari tempat sekolah tersebut.

Jauhnya para perantau ini dari keluarganya, menuntut mereka untuk banyak mencari jalan menuju roma ketika membutuhkan uang secara cepat dan instan, motto mereka biasanya "Dari pada mencuri itu dosa dan melanggar hukum, lebih baik kami menggadai." Semua itu mungkin dikarenakan pasokan dana dari rumah terlambat datangnya. 

Jujur ya, dengan adanya pegadaian ane yakin pasti sangat membantu bagi mereka yang membutuhkannya. Terimakasih Pegadaian atas partisipasimu dalam mensejahterakan mahasiswa.

Traveler Dadakan. 

Huwalaaah... Yang satu ini sangat buanyak buanget di kota ini, kalau diibratkan "jika sebuah gelas berisi es nutri sari rasa mangga,  ampe tumpeh-tumpeh." Dari yang baru sampai yang udah dedengkot tinggal di Jogja semuanya sama, sama-sama jadi traveler dadakan, yang dedengkot ngajakin yang baru, biasa juga sih sebaliknya.

Semua itu tidak lain dan tidak bukan hanyalah tuntutan untuk mengisi kotak-kotak kosong sosial media semata, agar terlihat eksis dimata teman-temannya yang lain, eh.

Tapi semua itu niatnya baik kok, dapat meng-explore-kan sesuatu yang tersembunyi agar terlihat dipermukaan. Dan dikemudian nanti mampu mendatangkan para traveler sejati seperti Bang Noe contohnya #huwahaha imbasnya bagi masyarakat disekitarnya, jadi tetap bernilai positif kok :*

Apalagi di Jogja, banyak wisata-wisata yang nggak kalah kechaayy, membuat hati berlama-lama jika berkunjung. 

Maka dari itu wahai para traveler sejati berterimakasihlah kepada para traveler dadakan yaa :D #peace

Bro, pinjem duit dong!

Wah-wah, aduh kasus yang ini lumayan ruwet plus berat sih, ane bingung pengen ngebahasnya dari sudut pandang dan sebelah mana. Ujung-ujungnya ane kena juga :D "maju kena mundur kena, maju aja deh" 
Kasus yang ini ane jamin, James Bond pun susah memecahkannya. Sudah tak asing lagi, ane yakin dengan judul diatas ente semua udah faham maksudnya. Salah satu sistem pertahanan hidup, ketika tentara belanda mencoba memborbardir pelabuhan banyuwangi apalagi kalau bukaaaaan, Ngutaaaang!

Suasana yang paling angker itu ketika, si pendiam yang jarang ngomong sekalinya ngomong langsung minjem duit atau lama nggak ketemu tapi pas ketemu langsung ngutang. Nyeseek banget!

Tak jarang kalimat ini juga keluar "pake duit lu dulu ya bro" kalau udah gini saran ane buat ente mending nyanyi aja  deh lagunya Taylor Swift yang judulnya hanya memberi tak harap kembali.

Dengan kelakuan ini, percaya nggak percaya dapat mengeratkan tali persahabatan loh, nggak percaya ? Coba deh #huwahaha

Dibalik semua itu, ane mewakili untuk semuanya "kami ada niat baik kok, cuman setiap ada duit bawaanya sering lupa mulu, peaceee :D" 

Ngaret mulu!

Ane mencoba menafsirkan dari sudut kacamata bang noe. NGARET berasal dari kata karet. Kata ngaret digunakan dalam kamus anak-anak gheoool masa kini yang artinya melar atau melonggarkan waktu dari yang telah disepakati sebelumnya.

Tingkah laku anak-anak kampus Jogja berbeda-beda, ketika mengadakan satu acara contohnya, tidak semua akan berfikiran tepat waktu pasti ada saja yang ngaret.

Buat ente, ente, ente, yang sukanya ngaret sini ane bisikin "Wooii... Menunggu itu menyakitkan, apa mesti ane nyayiin lagunya Ariel Noah yang judulnya menunggumu ? Biar ente itu sadar"

Kalau sudah seperti ini, ane usul mending ditinggal ngopi aja dulu bro. Apalagi kalau ngaretnya sudah dijadiin hobi, wah mending ditinggal turu (tidur) aja bro.

Otw! (On The Way)

"Ini lagi Otw bro!" tutup telefon, ngambil handuk plus garuk-garuk punggung sambil menuju kamar mandi.* "Ente dimana bro ? Anak-anak udah lama nungguin, cepetan dikit!"

Kurang lebih seperti itulah percakapan antara dua contoh manusia yang saling mengharap. Tidak ada yang salah dengan otw, yang terpenting si penanya harus nanya dengan jelas, otw nya kemana nih ? Gitu bro, agar tidak ada dusta diantara kita.

Kebiasaan yang satu ini sudah sangat mendarah daging di hati mereka yang selalu magerce (males gerak cepat) alhasil arti kata otw itu masih saja tersemat ditubuh mereka untuk selalu leyeh-leyeh diatas kasur.

Jadi, diantara semua kelakuan unik diatas, sudahkah ente merasakannya ? Kalau belum merasakan, berarti kuliah ente di Jogja nggak menyenangkan. Diulang lagi gih, Juskid bro! :D

Comments

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...