Skip to main content

Anda Kategori Anak Rumahan? Mending Jangan Kesini deh!

This is Indonesia
Siapa yang meragukan keindahan bawah laut yang ada di Indonesia? Kalau ada, berarti menandakan dia bukan anak Indonesia. Mungkin dia anak Amerika, anak Malaysia atau mungkin dia anak hilang. 

Tahu kan kalo Indonesia itu memiliki pulau sebanyak (kurang lebih) 13.487 dari yang kecil hingga yang gede. Terus dilintasi dua samudera yang besar, Hindia dan Pasifik. Ane hanya menjelaskan sedikit tentang kelautan yang ada di Negeri yang kita cintai bersama. Unnnchh....

Bukan anak traveller sejati kalo belum tau tempat-tempat beken yang ada di Indonesia bagian Tenggara, seperti Labengki. Sebuah pulau kecil yang menawan, baru terbangun dari tidur panjangnya. Jika Labengki di ibaratkan, maka perumpamaan yang cucok adalah putri tidur yang dibangunkan sang pangeran berkuda dengan sekali tabokan di jidat.

Tidak bisa diragukan lagi dengan keindahan bawah lautnya yang memanjakan mata. Bukannya membanggakan tempat sendiri sih, tapi memang fakta tkp telah membuktikan, hazeek.

Dibuktikan dengan banyaknya bule-bule nyeker yang mampir main kesana, yang sok-sok an jadi bule juga buanyak. Mungkin jika sobat memiliki list travelling ke Indonesia Timur yang bagian Tenggaranya, hanya ada pulau Wakatobi di otakmu, padahal ada Labengki yang tidak kalah kheche dengan Wakatobi. Yang jelas, pulau ini memiliki keunikan tersendiri.

Masih banyak lagi destinasi yang baru bermunculan yang tidak kalah menawan dengan yang sudah berkiprah lebih awal, dikarenakan kesadaran dari masyarakatnya itu sendiri.

Labengki terletak di sebelah Timur Provinsi Sulawesi Tenggara. Tepatnya di Kendari. Pulau Labengki yang menawan lagi ehem itu, dibagi jadi dua jenis. Labengki besar dan labengki kecil.

Terlalu sering ane mendengar pertanyaan seperti ini "Kok saya belum pernah dengar pulau Labengki?" Jawabannya hanya dua, "Mungkin sobat anak rumahan atau travellingmu kurang jauh". Yaiyalah, yang katanya traveller sejatipun jika melakukan aktifitas travellingnya hanya monoton disuatu tempat yang sudah sering dikunjungi orang-orang pada umumnya, eh malah ngikutin yang sudah-sudah, akhirnya terlihat basi, iya apa iya?

Memang, Labengki tidak kalah fenomenal Wakatobi di dunia antah berantah, ya alasan utamanya karena pulau ini baru saja timbul diufuk timur, kata gaulnya baru terekspos. Eittss, soal keindahan tidak kalah nggreget lah ama Wakatobi yang sudah lama melanglang buana di dunia perpariwisataan. Ada view mini Raja Ampat juga disni. Tahu kan Raja Ampat? 
Mini Raja Ampat dari atas Resort
Berbicara masalah fasilitas, lumayan lengkaplah untuk saat ini. Ya beda jauhlah dengan awal-awal dirintis, sudah mulai berkembang. Ada restaurant, dive center, snorkeling, kayak, clear boat, sandeq traditional boat, hanging tend, hammock, slackline, climbing, speed boat, flying fox terpanjang se Asia Tenggara (terpanjang loh ya) dan masih banyak lainnya.

Jika sobat berniat ingin kesini, ane kasih ancer-ancer perjalanannya. Untuk penerbangan domestik dari mana saja pasti akan turun di Bandara Halu Oleo Kendari. Soalnya Toli-Toli belum sempat buat bandara untuk pesawat, hanya ada bandara sampan. 

Setelah sampai bandara, tujuannya adalah Rumah Laut atau biasa masyarakat sekitar sebut rumlat yang terletak di desa Toli-Toli, Kec. Lalonggasumeeto, Kab. Konawe, kalo takut nyasar bisa kok minta jemput dari pihak mereka tapi sebelumnya konfirmasi dulu. Kontaknya ada dibawah post. 

Saran ane, sebelum kesini mending kepoin dulu facebook leadernya Labengki disini, sekalian instagram nya di @labengkiwisata atau klik webnya disini, sekalian ngecekin budget. Ingat! Se-sejatinya traveller atau backpacker yang selalu digaungkan anak muda masa kini, lantas jalan tanpa ada informasi dan perhitungan itu omong kosong.

"Langsung jalan aja, nggak perlu ribet sana-sini, itu namanya traveller sejati bro".

Kalo ada yang ngomong kek gitu, tarik kupingnya trus bisikin "pala lu sejati" Sebelum melakukan aktifitas travelling mending cari informasi seminim apapun itu, sekedar menjadikan referensi. Ane bukan menggurui gan, cuman berbagi tips aja.

Gimana bro? Ada niat kesini nggak? Mending jangan kesini deh kalo kamu termasuk kategori anak rumahan. Juskid bro, nggak usah terlalu serius. Kalo kesana jangan lupa mampir makan nasi kuning legendaris khas anak pantai banget, nasi kuning Mama Doli (Madol) dijamin wenaaak tenan, bungkus juga buat di perjalanan karena waktu tempuh dari Toli-Toli ke Labengki kurang lebih 2 jam menggunakan spead boat.


Siii yuuu


Alamat: Rumah Laut Desa Toli-Toli, Kec. Lalonggasumeeto, Kab. Konawe, Kendari, Sulawesi Tenggara. Hp. 08114183849

Comments


  1. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu.
    Saya ingin berbagi cerita siapa tau bermanfaat kepada anda bahwa saya ini seorang TKI dari johor bahru (malaysia) dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar bpk hilary joseph yg dari hongkong tentan Mbah Suro yg telah membantu dia menjadi sukses. dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomer toto 6D dr hasil ritual beliau. dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran beliau membantu saya, saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini. dan ini semua berkat bantuan Mbah Suro,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang. dan alhamdulillah kini sekarang saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada Mbah Suro atas bantuan nomer togel Nya.
    Bagi anda yg butuh nomer togel mulai (3D/4D/5D/6D) jangan ragu atau maluh segera hubungi Mbah Suro di hendpone (+6282354640471) & ( 082354640471) insya allah beliau akan membantu anda seperti saya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...