Skip to main content

Kali Code, Peradaban Wong Cilik yang Unik nan Artistik

Kurang lebih 5 tahun ane menetap di kota ini, tapi baru kali ini bisa nyempetin keliling sekitar bantaran Kali Code, tanpa rencana. Ketika ane lagi nyari jalan pintas buat balik ke kosan. Ramainya warga ketika sore hari, membuat ane mutusin buat berhenti sejenak. Banyak warga sekitar sedang bermain burung melatih burung merpati.

Saran ane buat kalian yang belum nyempetin maen kesana, mending disempetin gih, keburu minggat dari kota ini.

Membahas bantaran Kali Code, tak terlepas dengan Kampung Code dan budayawan Yusup Bilyarta Mangunwijaya atau Y.B Mangunwijaya, yang lebih dikenal dengan sapaan, Romo Mangun. Seorang arsitek, pastur dan penulis. Dua simbol gerakan yang tak bisa dipisahkan.
Y.B Mangunwijaya atau Romo Mangun
Kampung Code terletak persis dibawah jembatan Gondolayu, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta.

Kisaran tahun 80an, bantaran Kali Code sangatlah identik dengan sampah-sampah yang mengotori sepanjang bantaran kali. Menjadikan Kali Code sebagai kawasan tak teratur serta kumuh. Pemerintah berinisiatif untuk menggusur seluruh kawasan tersebut, mungkin mengganggu pemandangan gedung-gedung gagah yang berdiri megah sebagai simbol kota Jogja terhadap modernitas.

Dengan kepeduliannya terhadap lingkungan, Romo Mangun memiliki usaha untuk menciptakan bantaran Kali Code menjadi bersih dan indah agar menjadi salah satu alternatif tempat wisata. Beliaupun memiliki rumah dan tinggal bersama warga dikawasan kumuh tersebut. Tak heran, Romo Mangun memiliki tempat dihati masyarakat sekitar ketimbang pemerintah yang memiliki catatan kelam dengan masyarakat Kampung Code.

Ternyata usaha Romo Mangun pun berhasil, sifat-sifat jelek masyarakat yang selalu membuang sampah sembarangan, akhirnya teratasi. Dengan identitasnya seorang arsitek jebolan Jerman, beliau mulai membangun dengan suka rela. Bangunan-bangunan hasil rancangan tangannya membuat tempat tersebut dapat dinikmati hasilnya hingga saat ini.
Sebuah kawasan unik nan artistik yang berdiri bukan dikawasan elit nan megah tetapi dibantaran kali besar yang membelah Kota Gudeg. Sampai saat ini, kawasan bantaran Kali Code dapat dinikmati oleh generasi-generasi yang baru.

Setelah sepeninggal Romo Mangun, masyarakatlah yang wajib menjaganya. Banyak komunitas-komunitas masyarakat yang tergabung dalam penggiat lingkungan untuk selalu menjaga agar tempat tersebut tetap tumbuh menjadi indah.

"Mengapa ada orang-orang tertentu yang harus menderita dalam dunia dan semesta yang indah ini?
Mengapa orang tidak bisa hidup bersama dalam damai dan kerukunan dalam penikmatan segala yang indah dan benar dan baik dalam alam serta kehidupannya"
- Y.B Mangunwijaya

Kehidupan di bantaran Kali Code mempunyai nilai kehidupan tersendiri, banyak kegiatan yang dilakukan warga sekitar. Ketimbang warga yang hidup dikomplek-komplek perumahan mewah, mungkin saling sapapun enggan.  Warga bantaran Kali Code sangatlah ramah dan bersahaja. Tawa, canda dan celotehan akan sangat mudah ditemui. Ditambah lagi dengan keramahan masyarakat Jogja.

Bantaran Kali Code membentang dari Jembatan Ring Road Utara, Jembatan Baru UGM, Jembatan Sarjito, Jembatan Gondolayu, Jembatan Juminahan, Jembatan Sayidan, Jembatan Tungkak. Untuk lebih menikmati lagi, cobalah berkeliling menyusuri tapak demi setapak lorong-lorong rumah warga bantaran Kali Code.

Anak-anak kecil ramai bermain layangan disepanjang bantaran kali. Hidup anak-anak bantaran Kali Code sebagaimana kehidupan normalnya anak kecil, tak ada alat komunikasi yang memisahkan mereka. Hanya ada benang layangan yang digenggam erat sambil berlarian.

Para pemuda ramai bermain burung merpati, untuk melatih burung-burung mereka ataupun sekedar membuat kegiatan yang bermanfaat. Hampir setiap sore pemuda sekitar disibukkan dengan kegiatan ini, terkecuali ketika cuaca tidak mendukung.

Bagi orang tua, cukup duduk dihalaman rumah dengan secangkir kopi dibumbui dengan gurauan bersama tetangga sekitar, sangatlah pas untuk menikmati hidup.

Keakraban antara yang lainnya sangat terlihat, tak ada batasan bagi mereka. Tak ada sekat-sekat untuk berbagi sesama warga. Semua dilakukan bersama-sama. Canda tawa mereka membuat suasana terasa nyaman.

Comments

  1. ngeri tok.. mau jadi sastrawan handal hahahaha

    ReplyDelete

  2. Assalamu alaikum warohmatullahi wabarakatu.
    Saya ingin berbagi cerita siapa tau bermanfaat kepada anda bahwa saya ini seorang TKI dari johor bahru (malaysia) dan secara tidak sengaja saya buka internet dan saya melihat komentar bpk hilary joseph yg dari hongkong tentan Mbah Suro yg telah membantu dia menjadi sukses. dan akhirnya saya juga mencoba menghubungi beliau dan alhamdulillah beliau mau membantu saya untuk memberikan nomer toto 6D dr hasil ritual beliau. dan alhamdulillah itu betul-betul terbukti tembus dan menang RM.457.000 Ringgit selama 3X putaran beliau membantu saya, saya tidak menyanka kalau saya sudah bisa sesukses ini. dan ini semua berkat bantuan Mbah Suro,saya yang dulunya bukan siapa-siapa bahkan saya juga selalu dihina orang. dan alhamdulillah kini sekarang saya sudah punya segalanya,itu semua atas bantuan beliau.Saya sangat berterimakasih banyak kepada Mbah Suro atas bantuan nomer togel Nya.
    Bagi anda yg butuh nomer togel mulai (3D/4D/5D/6D) jangan ragu atau maluh segera hubungi Mbah Suro di hendpone (+6282354640471) & ( 082354640471) insya allah beliau akan membantu anda seperti saya...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...