Skip to main content

Tukang Parkir "Datangku Telat, Pulangku Cepat"

Parkiran, hal yang tidak bisa lepas bagi kita yang selalu mengendarai motor maupun mobil disetiap perjalanan. Dan mau tidak mau, suka tidak suka kita harus memarkirkan kendaraan jika berhenti disuatu tempat. Sudah sangat banyak tersedia kantong-kantong parkir disetiap tempat.

Pernah dengar parkir siluman? 

Parkiran siluman adalah parkiran yang dibuat secara dadakan oleh siapa saja yang memiliki keahlian atau tidak. Biasanya mereka tidak memiliki izin, jika memiliki izin maka bukan siluman tapi parkiran resmi.
Walaupun wujud mereka siluman, tapi pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang sangat membantu sekali bagi kita atau siapa saja yang menggunakan kendaraan pribadi ataupun rentalan. Ciye yang suka rental mobil, uhuk!!!

Banyak sekali hal yang kita alami ketika memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang dinamakan siluman dari hal yang baik sampai yang kurang baik.

Pekerjaan itu sangatlah membantu bagi kita yang selalu mengendarai kendaraan kemanapun. Yang kurang diterima adalah ketika tukang parkirnya yang selalu datang dadakan, secara ghoib. Contohnya ketika nyampe didepan toko.

Ketika si empunya kendaraan mendarat, tidak terlihat satupun orang yang sedang menertibkan kendaraan yang parkir, nah ketika akan beranjak pergi datanglah dengan sangat enteng sosok yang bernama tukang parkir dadakan berdiri dibelakang motor. Apa nggak nyesek tuh, ngeselin nggak?

Mbok yo ketika datang langsung disambut dengan senyum manis gitu loh, biar sama-sama enak dan ngasih duitnya ikhlas.

Kejadian lainnya, harga parkiran tidak sesuai dengan yang tertera di karcis parkir. Sudah banyak juga yang selalu mendapatkan kejadian yang kurang mengenakkan itu. Ada yang sempat viral di media social, satu rombongan travel berkunjung ke tempat wisata yang terletak di jantung kota Jogja, eh dimintain uang parkir hampir 3 kali lipat. Apa nggak gendeng tuh! Dimarahin pula.

Padahal pekerjaan itu sangat mulia, kenapa mulia? Karena mereka menjaga kendaraan orang yang sedang memiliki hajat disuatu tempat dan mereka menjaganya sampai pemilik kendaraan datang. Bisa saja kemuliaan yang didapat akan hilang hanya disebabkan oleh kejadian seperti itu.

Dan yang bagi pengguna kendaraan, tolong patuhi apa yang disampaikan para juru parkir, kalau sampai jam 10 malam, yo harus ditepati. Jangan sampai, sudah diberi tahu terakhir jam 10 malah baliknya jam 11, mereka (juru parkir) juga punya urusan lain, bukan hanya jagain kendaraanmu yang berisik itu.

Intinya, itu adalah pekerjaan yang sangat dibutuhkan. Jangan rusak pekerjaan itu dengan hal-hal yang kurang baik.

Mungkin mereka hanya telat datang. Semoga saja perkiraanku salah.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...