Skip to main content

Posts

Showing posts from 2017

Kera Padang Pasir Lebih Mulia Ketimbang Manusia Tamak dan Serakah

Foto: TribunNewsBogor.com Sebuah cerita yang datang dari seorang Kiai yang sering berkunjung ke Makkah. Ternyata, kera hidup bukan hanya berada di hutan. Kera yang hidup dipadang pasir pun juga terbilang banyak, tidak kalah dengan yang hidup dihutan. Bahkan, bulu-bulu kera tersebut terbilang memiliki lebih banyak bulu ketimbang kera-kera yang sering kita jumpai di hutan-hutan Indonesia. Posturnya pun lebih besar. Namun, kera-kera padang pasir terlihat lebih jinak dari kera-kera pada umumnya. Mereka pun ramah kepada para musafir yang selalu singgah untuk memberikan makanan kepada mereka. Tak pelak, walaupun jinak, banyak musafir yang masih terlihat takut jika tidak bersama orang banyak saat berada disekeliling kumpulan kera yang menunggu pembagian makanan dari para musafir. Menariknya dalam kehidupan kera di padang pasir. Kera-kera besar selalu menang dari kera-kera kecil dalam hal berebut makanan. Kera-kera besar tak akan memberikan kesempatan bagi kera-kera kecil jika b...

Inilah Tradisi Ratusan Tahun Keraton Yogyakarta yang Masih Dilestarikan

"Boy, mau ikut lihat tradisi Kraton nggak?" kata teman yang umurnya terpaut jauh dari saya. Tidak ada pilihan lain, selain kata "Iya". Selepas maghrib berlalu, saya pun beranjak mengikuti ajakannya. Difikiran saya, paling itu hanya tradisi yang ada beberapa kali sepanjang tahun, seperti grebeg gunungan Keraton dan sudah sering saya ikuti. Setiba kami dihalaman Bangsal Ponconiti, Keben Keraton, ternyata acaranya belum dimulai. Setelah mencari informasi sana-sini, acara tradisi tersebut dimulai hampir larut malam. Saking penasarannya, selarut apapun harus saya ikuti. Tambah larut, masyarakat dan abdi dalem Keraton mulai memadati halaman ponconiti. Kurang lebih pukul 20.00 WIB, kegiatan tersebut berangsur-angsur dimulai dengan diawali ritual do'a bersama. Ternyata, tradisi yang dimaksud teman saya adalah perayaan malam 1 Suro (dalam penanggalan Jawa). Sebuah tradisi dalam menyambut awal tahun penanggalan Jawa yang telah ada semenjak Sultan Hamengkubu...

Melihat Jembatan Edukasi, Sebuah Taman Literasi Jebolan Desa Siluk

Ada sebuah pribahasa mengatakan " Jangan tunggu orang lain untuk memulai, jika menjadi pencetus itu sebagai awal untuk memulai". Pernah dengar pribahasanya? Jika tidak, santai saja. Itu pribahasa yang baru saya buat beberapa detik lalu sebelum memulai tulisan ini. Sudah saya fikirkan mateng-mateng tentang kata-kata itu. Kalau tidak nyambung , harap maklum. Beberapa waktu lalu, saya sempat berkunjung ke sebuah desa yang terletak di Kabupaten Bantul. Saya sangat mengagumi masyarakat yang memiliki kreatifitas dan inisiatif untuk memulai atau menjadi pencetus sebuah ide yang mendatangkan banyak manfaat bagi yang lainnya. " Sebaik-baiknya manusia itu yang baik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi yang lainnya" Pernah dengar pribahasa diatas? Jika tidak, anda sungguh terlalu. Saya sering mendengar pribahasa itu, dan berusaha menjadikan sebagai pegangan hidup. Jadi itu bukan pribahasa ngawur seperti diawal tadi. Kenapa saya menarik pribahasa kedua ...

Naik Vespa dari Italia, Si Doi: "Ini baru namanya Lakiiik"

Siapa yang menyangka, pria berumur 30 tahun, jauh-jauh dari Italia mengendarai Vespa tua kisaran keluaran tahun 1982. Dari Italia mameeeenn ... Jauuuhh... Bahkan keluar dari pekerjaanya hanya ingin naik Vespa muteri negara-negara Eropa, Asia dan Autralia. Namanya Fabio Salini, asli produk Italia, hidungnya juga mancung banget, saking mancungnya banyak cewek-cewek pada ngantri pingin foto, nggak ketinggalan juga si doi mau foto. Sudah ane bilangin "Foto ama babang ngguanteng Rx-King aja, sama juga produksi luar, Arab mameeeeenn..." Oke, kita tinggalin si doi yang masih kesemsem ama tuh bule Italia. Biarin aja dia berinofasi semaunya. Alkisah menceritakan... Kedatangan si bule Italia ke Indonesia tidak lain hanya ingin mengikuti event Vespa yang diselenggarakan oleh komunitas Vespa di Indonesia. Pertama, Asian Vespa Days yang bertempat di Yogyakarta. Kedua, Indonesian Skuter Festival yang diadakan di Bali. Ya namanya juga para pecinta, mau kemanapun dila...

Sebelum Terlanjur, Mari Kita Rapatkan Barisan

Yogyakarta, siapa yang tidak tahu dengan Kota yang memiliki julukan sebagai Kota Gudeg? Sebuah Provinsi kecil yang berada ditengah-tengah Pulau Jawa. Yang tidak memiliki luas yang sangat besar, melainkan memiliki keistimewaan tersendiri dibandingkan kota-kota bahkan Provinsi yang berada di Indonesia. Berbicara mengenai Yogyakarta. Saya pernah mendengar ungkapan "Kalau mau menghancurkan bangsa Indonesia, maka cukup hancurkan Yogyakarta". Kenapa ada ungkapan seperti itu? Bisa saja, itu kan perspektif masing-masing, kita hormati. Akan tetapi, jika difikir lagi, pemikiran itu tidak bisa kita salahkan sepenuhnya. Pasalnya, Kota Yogyakarta juga dikenal sebagai kotanya para pencari ilmu atau julukan Kota Pelajar. Yang mana, ratusan ribu bahkan jutaan generasi penerus bangsa keluar-masuk ke Yogyakarta untuk mengenyam pendidikan.  Ungkapan itu pula bukan hanya isapan jempol semata, satu contoh. Yogyakarta saat ini berada dalam urutan 10 besar dari beberapa kota-kota l...

Bukan Masalah Harga Tapi Kenangan

Semenjak belum mendudukkan pantat dibangku perkuliahan, keinginan berat untuk memiliki motor Rx-King telah terbersit dibenak. Bagaimana tidak, motor pria yang digadang-gadang sebagai motor ' laki banget ' banyak di idam-idamkan oleh kawula pria muda maupun tua untuk dijajalkan dijalanan. Terlebih, motor Abah dirumah dulunya ya King, belajarnya ya di King plus Econos 100. Ya gitulah, motornya udah ditelan bumi. Ketika menginjak semester kedua dibangku kuliah, keinginan itu pun mulai terwujud. Motor keluaran tahun 2004 berwarna hijau pekat akhirnya kesampaian juga memilikinya, " Ah, inginnya dimodif " Hati senang bagaikan lagu ciptaan Ibu Sud, " Tuk Tik Tak Tik Tuk Tik Tak suara sepatu kuda ". Kalau ngga tau lagunya mending balik lagi ke SD gih ! Memiliki motor yang sudah tidak dilahirkan lagi memang memiliki kekhawatiran tersendiri, bagaimana tidak, kalau motor yang masih dilahirin spare part nya masih banyak dan mudah ditemui. Lah, kalau motor...

Kekucah Seorang Abdi Dalem Keraton Ngayogyakarta

Yogyakarta - Beberapa waktu lalu ane sempetin berkunjung ke Bangsal Kagungan Dalem Magangan yang berada didalam lingkup Keraton Ngayogyakarta, ya walaupun hanya lihat dari luar.  Melihat ribuan abdi dalem sedang menerima Kekucah atau biasa disebut gaji seorang abdi dalem. Para abdi dalem tersebut menerima kekucah dari alokasi Dana Keistimewaan (Danais) Yogyakarta setiap empat bulan sekali.  Dengan menggunakan pakaian lengkap adat jawa, para abdi dalem duduk bersila rapih sambil menunggu giliran membubuhkan tanda tangan sebagai bukti jika mereka telah menerima kekucah. Ane sempat bertemu dengan salah seorang abdi dalem yang tergabung dalam Kridomarduwo.  Ia sempat menceritakan perihal para abdi dalem tersebut berkumpul di Bangsal Kagungan Dalem Magangan. Bahwa kekucah yang diterima waktu itu berbeda dengan kekucah dari Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengkubuwono X) setiap bulannya. Ia menceritakan bahwa jumlah abdi dalem saa...

Merdeka Bangsa Kali Code

Merdeka atau Mati Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!! Mungkin itu kata pertama yang dilontarkan oleh pejuang ketika menaklukkan pendudukan negara Jepang kepada bangsa Indonesia. Pada tanggal 17 Agustus 1945, ikrar sakral yang dilontarkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta ketika merayakannya dengan tegaknya tiang dan kibaran kemenangan resmi bendera merah putih untuk kejayaan Indonesia. Apa hal jika waktu itu Indonesia belum merdeka? Apakah hari ini kita bisa merasakan indahnya hidup di Indonesia? Apakah kita bisa merasakan keberagaman budaya? Mungkinkah anak-anak bangsa saat ini bisa leyeh-leyeh seperti sekarang? Alhamdulillah, kita merdeka... Untung saja ya... Taklukkan Jepang Yogyakarta. Ada satu kampung diantara kampung-kampung lainnya yang berada di Kota yang sangat istimewa ini. Masyarakat bantaran Kali Code, begitu sapaan akrab mereka oleh khalayak ramai. Salah satu daerah yang memiliki saksi bisu perjuangan penjajah yang dikenang dengan peristiwa Kotabaru. Hari...

Anda Kategori Anak Rumahan? Mending Jangan Kesini deh!

This is Indonesia Siapa yang meragukan keindahan bawah laut yang ada di Indonesia? Kalau ada, berarti menandakan dia bukan anak Indonesia. Mungkin dia anak Amerika, anak Malaysia atau mungkin dia anak hilang.  Tahu kan kalo Indonesia itu memiliki pulau sebanyak (kurang lebih) 13.487 dari yang kecil hingga yang gede. Terus dilintasi dua samudera yang besar, Hindia dan Pasifik. Ane hanya menjelaskan sedikit tentang kelautan yang ada di Negeri yang kita cintai bersama. Unnnchh.... Bukan anak traveller sejati kalo belum tau tempat-tempat beken yang ada di Indonesia bagian Tenggara, seperti Labengki. Sebuah pulau kecil yang menawan, baru terbangun dari tidur panjangnya. Jika Labengki di ibaratkan, maka perumpamaan yang cucok adalah putri tidur yang dibangunkan sang pangeran berkuda dengan sekali tabokan di jidat. Tidak bisa diragukan lagi dengan keindahan bawah lautnya yang memanjakan mata. Bukannya membanggakan tempat sendiri sih, tapi memang fakta tkp telah membuk...

Wisata ala Blogger Kere "Murah tapi Tidak Murahan"

Jogja memang terkenal dengan banyaknya tempat wisata yang menjamur disetiap daerah. Begitu pula wisata yang menyajikan pemandangan yang indah dengan biaya yang sangat murah. Wisata yang murah, lantas harus menjulukinya sebagai wisata murahan ? Oh jangan dulu! Malah yang murah-murah itu tempatnya apik plus keren. Wisata alam yang ada di bumi gudeg ini berada dipinggir kota, karena jika ditengah kota namanya wisata kota, salah satunya,  Puncak Becici. Baca juga: Mampir di Jogja, Jangan Lupa Main Kesini Guys! Puncak Becici adalah obyek wisata yang terletak di dusun Gunung Cilik, Desa Gunung Mutuk, Kecamatan Dlingo, Bantul, Yogyakarta, sebuah wisata yang memberikan kesan pertama akan alamnya yang sangat alami dan sejuk. Mungkin wisatawan yang melakukan aktifitas wisatanya di Hutan Pinus Imogiri tidak mengetahui Puncak Becici. Sehabis berwisata di hutan pinus lantas balik arah ke Imogiri. Padahal, jika naik keatas lagi kita akan menjumpai banyaknya tempat wisata p...

Inilah Alasan Kenapa Ogoh-ogoh di Atraksikan

Hanoman si siluman monyet yang ngguanteng Ogoh-ogoh adalah sebuah karya seni dari masyarakat Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala . Bhuta Kala adalah salah satu ajaran Hindu Dharma . Sosok Bhuta Kala adalah menggambarkan sosok yang sangat menyeramkan dan menakutkan dan dibentuk dengan ukuran yang besar ( Raksasa ). Selain Bhuta Kala , ogoh-ogoh juga banyak menggambarkan makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga dan Neraka seperti Naga, Gajah dan lainnya. Namun dalam fungsi yang lebih utama yaitu menggambarkan Bhuta Kala yang sangat seram dan menakutkan lagi besar. Diadakan menjelang hari Nyepi dan diarak keliling desa dan sekitarnya. Baca juga: Wisata ala Blogger Kere "Murah tapi tidak Murahan" Pawai Ogoh-ogoh memiliki makna yang mendalam bagi umat Hindu, yang dimana Ogoh-ogoh tersebut sebagai lambang keseraman dan negatif. Dengan adanya budaya dan tradisi, maka diatraksikan dengan seni dan budaya. Diakhir, akan dileburk...

Mampir di Jogja, Jangan Lupa Main Kesini Guys!

Kali ini ane akan menceritakan sedikit pengalaman, mau bilang pengalaman traveling ane bukan traveler sejati, mau bilang pengalaman backpaking ane bukan backpacker sejati, mau bilang cinta tapi takut salah. Yupss... Kali ini ane mau bagiin pengalaman main ke Candi Ratu Boko Yogyakarta, salah satu icon kota gudeg ini. Tahukah kalian Candi Ratu Boko ? Baca juga: Wisata ala Blogger Kere "Murah tapi tidak Murahan" Mungkin ada beberapa orang yang belum tahu. Ane kali ini akan memberikan beberapa tips dan cara agar bisa sampai ke tkp. Candi Ratu Boko, terletak di sebelah timur kota gudeg. Kurang lebih 14 km dari pusat kota Jogja. Ada beberapa cara untuk bisa sampai disana. Pertama menggunakan Bus Trans Jogja. Kedua menggunakan mobil atau motor. Ketiga yang paling murah tanpa biaya yaitu jalan kaki broo, dengan jalan kaki dapat kesehatan plus dapat pemandangan indah juga #huazeek Jikalau opa dan oma bukan asli jogja atau hanya datang liburan kesini saran...

Kota Ini Masih Menjadi Primadona dan Selalu di Rindukan

Hallo sahabat-sahabatnya bang Noe, piye kabare lek? Apik yoo. Oh iya, ane kali ini ada masukan dari sahabat di twitter, ketika memposting tweet tentang kebingungan mau nulis apa alias mumet, eh ada sahabat ane yang baik hati ngasih masukan untuk nulis tentang Jogja, kok nggak kefikir ampe kesana yaah, padahal Jogja itu Kota yang wuenaak, wuamaan, wuapiikk meenn. Berhubung matahari mulai panas, kopi udah ampir abis, makanan belum ada, siaran tv masih menyiarkan tentang kebhinekaan, kucing sudah mulai mengeong, kamar belum dibersihkan, badan belum juga mandi dari kemarin sore, motor belum dicuci, chat medsos belum dibaca, Barcelona Real Madrid semalam mainnya imbang suara kendaraan dijalan udah rame, Car Free Day udah mulai dari tadi, ane mulai cerita yaa... Ane mencoba menceritakan tentang Jogja, dirunut dari abang mulai merantau di Kota ini. Kurang lebih tahun 2011 pertama dari perdananya abang mulai menginjak Kota Istimewa ini. Kota yang mana banyak menawark...

Kali Code, Peradaban Wong Cilik yang Unik nan Artistik

Kurang lebih 5 tahun ane menetap di kota ini, tapi baru kali ini bisa nyempetin keliling sekitar bantaran Kali Code, tanpa rencana. Ketika ane lagi nyari jalan pintas buat balik ke kosan. Ramainya warga ketika sore hari, membuat ane mutusin buat berhenti sejenak. Banyak warga sekitar sedang bermain burung melatih burung merpati. Saran ane buat kalian yang belum nyempetin maen kesana, mending disempetin gih, keburu minggat dari kota ini. Membahas bantaran Kali Code, tak terlepas dengan Kampung Code dan budayawan Yusup Bilyarta Mangunwijaya atau Y.B Mangunwijaya, yang lebih dikenal dengan sapaan, Romo Mangun. Seorang arsitek, pastur dan penulis. Dua simbol gerakan yang tak bisa dipisahkan. Y.B Mangunwijaya atau Romo Mangun Kampung Code terletak persis dibawah jembatan Gondolayu, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Kisaran tahun 80an, bantaran Kali Code sangatlah identik dengan sampah-sampah yang mengotori sepanjang bantaran kali. Menjadikan Ka...

Mengintip "Persaingan Bisnis" di Saudi Arabia

Ini adalah sebuah kisah yang dapat menggugah hati bagi pembacanya. Semoga kita semua dianugerahkan dengan sifat-sifat yang mulia seperti kisah dibawah ini. Tidak ada niat lain dalam tulisan ini, hanya untuk mengingatkan kita semua akan hal pentingnya dalam bermasyarakat. Kisah ini datang dari negeri Minyak, Arab Saudi. Dikisahkan bahwa ada seorang manager berkebangsaan Inggris dikontrak oleh Bin Dawood (salah satu departemen store terkemuka di Saudi Arabia) sebagai regional manager untuk cabang mereka di Makkah. Manager ini sudah memiliki jam terbang yang cukup tinggi. Berpengalaman sebagai manager pusat perbelanjaan di U.K, Malaysia dan China. Setelah tinggal dan bekerja beberapa lama di Saudi, dia kemudian menceritakan betapa aneh, unik dan inspiratif sekali bagaimana orang menjalankan bisnis di Saudi. Ini beberapa contoh yang dia berikan: Kisah pertama Di Makkah, di seberang Bin Dawood Superstore ada perusahaan yang juga membangun sebuah megasto...

Tukang Parkir "Datangku Telat, Pulangku Cepat"

Parkiran, hal yang tidak bisa lepas bagi kita yang selalu mengendarai motor maupun mobil disetiap perjalanan. Dan mau tidak mau, suka tidak suka kita harus memarkirkan kendaraan jika berhenti disuatu tempat. Sudah sangat banyak tersedia kantong-kantong parkir disetiap tempat. Pernah dengar parkir siluman?  Parkiran siluman adalah parkiran yang dibuat secara dadakan oleh siapa saja yang memiliki keahlian atau tidak. Biasanya mereka tidak memiliki izin, jika memiliki izin maka bukan siluman tapi parkiran resmi. Baca juga: Curhatan Miris antara Iwan Fals dan Tukang Becak Walaupun wujud mereka siluman , tapi pekerjaan tersebut adalah pekerjaan yang sangat membantu sekali bagi kita atau siapa saja yang menggunakan kendaraan pribadi ataupun rentalan. Ciye yang suka rental mobil, uhuk!!! Banyak sekali hal yang kita alami ketika memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang dinamakan siluman dari hal yang baik sampai yang kurang baik. Pekerjaan itu sangatlah memb...