Yogyakarta - Beberapa waktu lalu ane sempetin berkunjung ke Bangsal Kagungan Dalem Magangan yang berada didalam lingkup Keraton Ngayogyakarta, ya walaupun hanya lihat dari luar.
Melihat ribuan abdi dalem sedang menerima Kekucah atau biasa disebut gaji seorang abdi dalem.
Para abdi dalem tersebut menerima kekucah dari alokasi Dana Keistimewaan (Danais) Yogyakarta setiap empat bulan sekali.
Dengan menggunakan pakaian lengkap adat jawa, para abdi dalem duduk bersila rapih sambil menunggu giliran membubuhkan tanda tangan sebagai bukti jika mereka telah menerima kekucah.
Ane sempat bertemu dengan salah seorang abdi dalem yang tergabung dalam Kridomarduwo.
Ia sempat menceritakan perihal para abdi dalem tersebut berkumpul di Bangsal Kagungan Dalem Magangan. Bahwa kekucah yang diterima waktu itu berbeda dengan kekucah dari Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengkubuwono X) setiap bulannya.
Ia menceritakan bahwa jumlah abdi dalem saat ini sudah mencapai sekitar 3 ribuan orang. Peningkatan jumlah tersebut dikarenakan adanya regenerasi dari abdi dalem yang telah memasuki usia senja, diantaranya abdi dalem Gamelan.
Kekucah yang diterima abdi dalem memang tidaklah sama. Tergantung dari setiap kedudukan jabatan dan pangkat yang diemban seorang abdi dalem. Paling tidak uang sebesar 1,5 juta dari Danais akan dikantongi para abdi dalem, itu terhitung untuk empat bulan.
Jika dipikir secara rasional memang jumlah gaji yang diberikan tidak cukup untuk kehidupan sehari-hari. Namun, karena didasari keikhlasan dan niatan mendapatkan berkah ia mensyukurinya.
"Jika dilogika memang tidak cukup, tapi berkahnya itu yang terpenting. Saya percaya jika berkah itu didapat dari menysukuri apapun"
Kata seorang abdi dalem yang sempat ane temui.

Comments
Post a Comment