Salah satu destinasi yang wajib dikunjungi jika ke Kota Gudeg adalah Alun-alun Kidul atau biasa masyarakat sekitar menyebutnya Alkid.
Menjadi halaman belakang Kraton Kesultanan Yogyakarta, membuat tempat itu ramai dikunjungi wisatawan sekedar bersantai diakhir pekan.
Banyak yang bisa ditemui ditempat tersebut. Dari mitos beringin tua yang diyakini sebagian masyarakat sekitar apabila bisa berjalan melewati dua beringin tepat ditengahnya dengan mata tertutup berarti hatinya bersih dan suci, begitulah mitos yang dipercayai, entahlah.
Selain dua beringin tua, penyewaan kendaraan lampu hias juga menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung, hingga kuliner yang ramai mejajakan sajian khas yang mengundang selera dari sate, ronde, jagung dan masih banyak lainnya.
Oh ya, ada satu kuliner yang sangat diminati masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke alkid.
Es Goreng Pak Gatot, salah satu kuliner yang wajib dicoba. Pak Gatot, begitu sapaan akrabnya yang ditulis tepat menemani judul kulinernya. Pria tua berumur 59 tahun kelahiran Klaten.
Es di goreng?
Pertama kali ane lihat judulnya, perkiraanku es yang di goreng diatas wajan yang penuh minyak panas.
Emang bisa?
Jangan salah kaprah dulu, ternyata kata goreng itu diartikan cokelat panas yang dipanaskan diatas penggorengan berbentuk wajan dan beku ketika diangkat untuk disajikan. Cokelat yang tadi cair menjadi beku menyatu dengan es yang dingin, delicious.
Selain itu, keunikan yang dimilikinya menjadikan hal yang berbeda dengan penjaja kuliner pada umumnya, ada toa yang setia menemaninya berjualan. Sebagai media untuk mengundang perhatian para pengunjung. Tak khayal dengan keunikan itu, membuat rasa penasaran para pengunjung untuk mencoba jajanannya.
Pembeli adalah raja yang harus disapa dan diajak bercanda. Ada sapaan akrab bagi pelanggannya, untuk pelanggan cowok, Bro. Untuk pelanggan cewek, Ladies. Apalagi kalo Ladies nya secantik Mbak Gia si jurnalis keche itu loh, hahaha.
Dengan keramahannya kepada para pengunjung, membuat orang betah berlama-lama berada disekitar lapaknya sambil mendengarkan suara khas yang bernada unik keluar dari toa.
"Terimakasih pemirsa, rasanya enak tenan. Selamat datang di kota Jogja. Jogjaku berhati nyaman. Jogjaku Istimewa, Sultanku bijaksana dan sangat berwibawa. Syalala la la... Buat para pengunjung, silahkan bergabung bersama kami. Hanya 3 ribu rupiah, 5 ribu ta kasih dua."
Mungkin itu sedikit nada ocehan yang sering terdengar dari toa yang dipajang diatas box es krimnya.
Selain suara untuk ocehan nyanyian ala pak Gatot, toa itu digunakan sebagai alat informasi kehilangan jika ada barang pengunjung yang tercecer disekitar lokasi penjualannya dan juga memberikan pengumuman kepada para pengguna roda dua dan empat untuk selalu tertib dalam berkendara dijalanan.
Untuk menghabiskan sore hari sambil bersantai bersama sanak keluarga sangat lah tepat memilih tempat tersebut.
Jadi, gimana? Angkat tas mu sekarang juga dan berangkat!!!

Comments
Post a Comment