Skip to main content

Terbukti! Tempat-Tempat Ini Masih Menjadi Primadona Bagi Wisatawan

Siapa dari ente semua yang sedang berada di Jogja atau sedang merencanakan ingin main ke Jogja ?

Yups... 

Kali ini, ane mau ngasih tau beberapa info penting tentang tempat-tempat yang indah dari sudut-sudut kota Gudeg ini, agar kunjungan ente semua berbeda dengan yang lain-lainnya dan penuh dengan cerita dan kenangan yang dapat membuatmu akan selalu rindu dan menghantarkan untuk selalu kembali kepangkuan kota yang dijuluki dengan "Negeri Romantisnya Indonesia"

Mungkin daftar-daftar tempat ini bisa kalian jadiin rujukan untuk berwisata, tapi berwisatalah dengan aman tanpa mengotorinya atau berbuat hal-hal yang tidak baik, karena sesungguhnya Alam juga hidup, punya perasaan dan jangan kotori perasaan mereka dengan hal-hal yang tidak baik, berwisatalah dengan baik, oke bro!

Langsung saja tanpa pikir panjang dan basa basi, simak baik-baik dan catet yaa di lembar-lembar catetannya...

1. Tugu Pal Putih

Tugu Pal Putih bukanlah sembarang tugu, banyak sejarah bagi Kota ini. Tugu Jogja dibangun pada tahun 1755 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I, pendiri kraton Yogyakarta yang mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan Laut Selatan, Kraton Ngayogyakarta dan Gunung Merapi. Itulah yang membuat Kota Jogja menjadi Istimewa

Loc: Perempatan Jl. Jenderal Sudirman Yogyakarta

2. Jalan Malioboro

Bagi ente semua yang hobi belanja, kulineran, penikmat seni dan penggemar bule-bule maka tempat inilah yang cocok untuk anda karena ditempat ini surganya pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai macam oleh-oleh khas kota Jogja, dipenuhi para seniman, tempat kuliner yang dijamin juoos, bule-bule nyeker keluyuran dan lain sebagainya.

Loc: Jl. Malioboro, Yogyakarta.

3. Titik 0 Kilometer

Titik ini merupakan tempat dimulainya segala kisah manisnya cintamu bersama kota Jogja. Dari sudut titik 0 kilometer akan terlihat dengan jelas Jogja yang semrawut namun syahdu, Jogja yang kental dengan kejawaan tetapi bergaya Eropa klasik dan Jogja yang selalu menghantarkanmu akan tetap rindu dan selalu ingin kembali kepangkuannya. 

Titik 0 kilometer ini menjadi jantungnya kota Jogja. Berkunjung ke tempat ini akan membawamu ke Jogja beberapa tahun silam dengan suguhan bangunan-bangunan mewah nan klasik yang bergaya Eropa diantaranya gedung Bank Indonesia, Kantor Pos, Bank BNI. Seberang gedung Kantor Pos terdapat Monumen Serangan 1 Maret yang saat ini digunakan sebagai tempat pementasan seni budaya, dibelakangnya terdapat Benteng Vredeburg yang kokoh dan dihadapan nya berdiri kokoh nan mewah Gedung Agung yang pernah digunakan sebagai Istana Kepresidenan.

Loc: Perempatan Jl. KH. Ahmad Dahlan (Perempatan Besar Kantor Pos, Bank BNI dan Bank BI) Yogyakarta

4. Alun-Alun Utara dan Kidul

Kota Jogja mempunyai 2 Alun-alun yang sangat klasik, yang pertama Alun-alun Utara biasa disebut oleh warga sekitar dengan nama Altar (Alun-alun besar). Altar ini adalah halaman dari Keraton Yogyakarta, yang selalu digunakan untuk acara atau kegiatan yang cukup besar seperti konser, pasar malam sekaten, event-event besar dan lainnya.

Kedua, Alun-alun Kidul biasa disebut oleh warga sekitar dengan sebutan Alkid. Banyak cerita mitos, kegiatan dan hiburan yang disajikan oleh Alkid. Alkid terletak di belakang bangunan Kraton yang memiliki fungsi agar bagian belakang Kraton Yogyakarta tidak membelakangi Pantai Selatan. Karena Letak bangunan keraton sendiri berada di sebuah garis imajiner yang menghubungkan antara Gunung Merapi, Keraton, dan Pantai Parangtritis. Sedangkan Pantai Selatan dipercaya dijaga oleh Ratu Kidul yang konon punya hubungan magis dengan Raja Mataram. Kegiatan ketika pagi hari di waktu weekend biasa digunakan sebagai tempat olahraga, senam dan lainnya.

Ketika sore hari tiba, banyak wisatawan, pasangan tua muda yang berkunjung ke tempat ini sambil menghabiskan malam dengan mengendarai kendaraan lampu hias yang sangat banyak, berbagai macam jenis dan warna biasa disebut Odong-odong hias.

Dan yang paling unik dan populer adalah laku masangin. Masangin sendiri adalah kegiatan dimana Anda berjalan dengan mata tertutup melewati Beringin Kembar. Kegiatan ini banyak di lakukan para pengunjung yang penasaran. Menurut mitos, bagi siapa saja yang berhasil melakukan masangin maka orang tersebut hatinya bersih, percaya nggak percaya, banyak orang yang tidak puas dan mengulangnya berkali-kali.

Loc: Halaman Depan dan Belakang Bangunan Kesultanan Ngayogyakarto ( Keraton )

5. Taman Pelangi (Monumen Jogja Kembali)

Siapa bilang pelangi itu ada ketika hujan telah redah saja. Persepsi itu dapat dipatahkan dengan tempat yang satu ini. Ya, Taman Pelangi. Taman ini dijuluki sebagai Taman Pelangi dimana didalamnya terdapat berbagi macam lampion yang berwarna-warni yang seakan-akan menunjukkan warna pelangi. Sore hari keindahan pelangi ditempat ini sudah mulai terasa, ketika lampion-lampion yang dihiasi kertas berwana-warni memancarkan cahaya yang membuat hari ente semua yang melihat menjadi berwana-warni.

Loc: Jl. Ring Road Utara, Perempatan Besar Jl.Tentara Pelajar.

Cukup untuk 5 tempat wisata saja buat hari ini, masih banyak lagi tempat-tempat wisata yang ane punya, tunggu tulisan ane selanjutnya ya. 

Comments

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...