Skip to main content

Ini Tansunya Anak Pare yang Wajib Dicoba!

"Anak Pare, mana suaranya ???!"

Hallo temang, jumpa lagi kita.

Ane mau nanya, kira-kira dari ente semua yang sedang baca tulisan ini, siapa yang sudah pernah ke Pare ? Atau sedang di Pare saat ini?

Kali ini, ane pengen nulis tentang makanan. Salah satu makanan kecenya anak-anak Pare ketika sedang mencari setitik ilmu bahasa di Kampung Inggris.

Tahu kan Pare ? Kampung Inggris ? Pasti tahu dong...

Eits... Pare yang ini bukan nama sayur-sayuran yang rasanya pahit ya, berbeda pengertian dengan yang ini. Ane lagi nggak bahas sayur-sayuran dipasar.

Ane sedang ngebahas sebuah kampung kecil yang didalamnya terdapat berbagai macam tempat kursus bahasa, dari bahasa Inggris, Jepang, Arab dan lainnya. Tapi yang lebih terkenal adalah Bahasa Inggris, makanya (mungkin) dijuluki Kampung Inggris.

Bagi mereka yang sedang atau telah mengeyam pendidikan di Kampung Inggris, julukannya adalah Anak Pare. Entah dari mana julukan itu datang, ane cuman ngikut aja ama yang lain.

Pare berada dalam lingkup administrasi Kota Kediri. Berada disebelah timur laut kota kediri. Kalau sejarah Kampung Inggris mending searching aja deh ke Mbah Google lebih lengkap, kali ini ane mau nulis tentang "tansu" nya pare yang hits dikalangan alumnus-alumnus pare. #hazeek

Sudah ada bayangan dikit kan tentang Pare Kampung Inggris?

Dan jika berkunjung ke Pare, wajib buat ente untuk nyobain yang namanya tansu atau ketan susu. Makanan terhits penduduk sejagad alam antah berantah Kampung Inggris.

Tidak susah untuk menemukanya "tansu" karena sangat banyak warga sekitar yang menjajakannya.

Tapi, jika berbicara tentang dunia hits-hitsan anak muda masa kini, ada satu tempat yang sangat hits disambangin anak-anak pare.

Pertama kali ane lewat didepan warung tansunya terlihat ramai meria, tumpah ruah, lumer dijalanan, ngantrinya panjang, *uhuk lebay. Entah apa yang membuatnya sampai seramai itu. Ane coba ngintip, eh ternyata lagi pada nyemil ketan susu. Nih orang-orang demi ketan susu seporsi rela ngantri ampe segitunya?! What make it special ? #hazeek sampe tumpeh-tumpeh gini. Penasaran!

Setelah bersusah payah ngantri beberapa menit, seporsi ketan susu dan es susu tape (warung sebelah) dengan harga yang sangat murah sudah ane dapatkan dari empunya. Setelah dicoba, hmmm, ternyata rasanya itu, am, im, um, em om petcah dilidah.

Ketan putihnya yang gurih, parutan kelapanya yang halus, bubuk kedelai (kalau nggak salah sih) yang nyess, susu putih yang kental dan mungkin ditambahin resep rahasia, rasanya tuh rasa gratis, tahu kan makanan yang rasa gratisnya ikhlas?!

Ditambah lagi tempatnya yang nyaman dengan suasana sawah disekitarnya sangat pas untuk menemani santai disiang bolong. Mungkin juga tempat termasuk sebagai pelengkap nikmatnya sebuah santapan tansu.

"Bang, nama tempatnya "tansu" apa?"

Nama tempatnya (WARKET "Warung Ketan Bubuk dan Warung Ketan Susu") tapi kalau nama hitsnya dikalangan anak pare itu Tansu Davodils, soalnya berdampingan dengan tempat kursus Davodils.

"Bang, buka-tutup jam berapa?"

Bukanya tiap hari, dari pagi jam 8 an lah ampe habis sih, biasanya sore sudah habis semua.

"Bang, harganya gimana?"

Tidak usah khawatir, harganya murah meriah pas dikantong anak SD kok.

"Bang, lahirnya itu sudah lama ya ?

Sudah berjalan 7 tahun, ya sudah bisa lari-lari dihalaman rumah.

"Oh iya bang, abang kesananya sendiri pasti ya? Kan...

Woi, pertanyaannya, pertanyaannya *mohon bersabar, ini semua hanya ujian*

Jadi, gimana?

Yuk mampir kesini, dipastikan nggak bakalan nyesal deh.

Suasananya yang pas banget

Kalau baca buku cepat pahamnya :D


Comments

  1. Pasti seneng kan kalo ada yang baca dan komentar?

    ReplyDelete
  2. Saya yg lagi baca artikel ini kebetulan asli Kediri mas, tapi agak jauh dari daerah Pare. :D

    Dulu jaman SMA cukup sering ke Pare, tempat ngopi favorit di warung pojok deket kampung inggris juga kalo nggak salah, lumayan rame jam jam habis isya'.

    Cuma ini jujur aja saya kok malah blm pernah makan ketan susu walaupun asli orang kediri, wkwk mungkin udah lama hijrah itu kali ya.

    Salam kenal mas, nice sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin tempat ngopinya mas itu di Kopi Holic, saya kurang faham juga soalnya cuman dua minggu main ksna.

      Waah waahh... Bukannha ketan susu itu makanan khas nya kediri ya?

      Kalo maen ke kampung inggris, mesti nyobain, endyeeesss mas.

      Tansu nya anak pare itu arah The Davodils di jalanan pancawarna...

      Salam kenal juga mas...

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...