Skip to main content

Be Better !


Ane yakin banget pasti hari ini sudah tahu kan. Tepat jam 23:60 tadi malam, bergantinya tahun Masehi. Oh iya, dengar-dengar semalam waktu tahun lalu lebih 1 detik loh (khabisat), entah itu benar atau salah. Makanya tulisan diatas ane lebihin satu detik, Sekedar info saja.

Rasanya sama saja saat merayakan bergantinya tahun masehi ini, tahun lalu dan tahun sekarang. Mungkin yang beda, sebelum berakhirnya tahun 2016 ane sudah nyelesaiin bangku kuliah, setidaknya begitu. #hahazeek

Tahun 2017, tahun dimana orang-orang berharap tahun yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu dapet nilai 9 maka tahun ini dapet nilai 8, eh dapet nilai 10 ding. Tapi semua harapan itu tidak akan terwujud jika pola pikir dan tingkah laku kita sama dengan tahun lalu.

Ingin yang lebih baik dari sebelumnya berarti harus melakukan hal yang lebih baik lagi. Jika masih saja melakukan hal yang lama, ane hanya bisa ngucapin, selamat menempuh hidup yang sama. Simple kan !

Saat ini untuk menentukan kualitas dan kuantitas diri kita, semuanya ada ditangan kita masing-masing. Bukan ditangan keluarga kita, apalagi ditangan tetangga sebelah. Mari berkarya, dalam tulisan dan lainnya. Insan dunia, ekspresikan dirimu !

Jadi, mari kita awali dengan memperbaiki pola pikir dan tingkah laku kita untuk menjadi hal yang lebih baik lagi ditahun ini. Amin

Comments

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...