Skip to main content

Thankz Kresna!


Entah mau nulis apa saat ini, bingung aja. Mau mulai dari mana, sisi mana, kode etik mana, kalo tulisan kek gini Ane paling susah, susah bayanginnya, entah... hahaha

Ketika mulai nulis, Ane sekarang lagi di angkringan dekat stasiun Jombang, minum kopi dan nyemil kacang rebus yang masih banyak tanahnya sambil nunggu kereta Logawa jam 12:05 tujuan kota istimewa, yang jalannya berhenti mulu, ngalah ama yang eksekutif. huwazeemm!!!

Mulai jalan ke ruang tunggu sambil mikirin lekuk-lekuk tulisannya mau kek apa hasilnya. Kereta Logawa yang dinanti-nati tiba juga, pengen ane marahin tuh kereta, tapi sayang dia hanya tiba dengan terdiam, sambil malu-malu, seandainya bisa ngomong "Sorry Bang Noe, tadi ada kereta Eksekutif Malioboro Ekspres jadi ngalah dulu" Oke fine, kali ini ane maklumi.

Sekarang ane udah duduk ditempat yang udah ditentukan mbak-mbak reservasi tiket stasiun, bersebelahan ama sepasang suami istri yang sedang mesra-mesraan, toloooong, toloooong, bisa nggak nanti aja tiba dirumah?
*mohon bersabar, ini semua cobaan*

Oke, Ane mulai nulis, simak yang bener biar Ane nggak jelasin dua kali, capek nulis!!!

Waktu emang cepat banget perginya, rasanya baru kemarin tiba ditempat itu. Ah, sekarang udah balik aja. Sedih ane, ding! *sok romantis banget ne orang nulis, kurang asyeem*

Ane bersyukur bisa ketempat itu, banyak teman baru yang bisa ane kenal. Dari belajar bareng, maen bareng, makan bareng, semuanya bareng lah kecuali tidur bareng yang nggak, pernah sih tidur bareng tapi dimobil, itu mereka! Kalo ane ikutan, bisa-bisa nyungsep  ke ibu-ibu penjual durian.

Berbagai macam sifat yang ane temui selama beberapa hari disana, dari yang aneh sampai yang kurang aneh, peacee hehehe. Ane suka yang gini-gini *10 emot julurin lidah, ada kan yang emot gituan?*

Ada yang dikit-dikit ngambekan kalo ketemu! Ada yang kalo ngomong kek angkot aja nyalip-nyalip nggak pake rem "bikin sakit perut" pengen ambil tali terus di iket! Ada yang manjanya minta ampun kalo udah manggil "kaka no" pengen gigit roti! Ada yang sok kalem, tiba mau foto, kacamata pamungkasnya keluar! Ada yang sukanya mandangin gebetannya setiap waktu kapanpun dan dimanapun, nggak bosan po?! Ada yang sukanya sepedaan keliling entah apa yang dicari, terseraaaaah! Ada yang nggak jelas, sukanya ngekor ama yang sepedaan keliling. Nggak jelas semuanya, tapi ane bahagia bisa kenal meraka. *10 emot garuk-garuk kepala, yang emot gini ada juga kan?*

Masih banyak lagi, capek nulisnya, dilain waktu aja Ane tulisin lagi.

Semuanya, Ane ucapin terimakasih sudah mau kenal sama orang ini, orang yang nggak jelas, orang yang sering nyusahin, eh buset dah... Sadisss banget ne orang...

Silaturahmi kita jangan sampai putus, saling hubungan walaupun jauh, jangan ada batas, anggap aja masih bareng-bareng walaupun masing-masing udah pada balik kejalan yang benar. Jangan lupa main ke Jogja kalo ada rezeki ya, am waiting for u all *gilaaak, Inggrisnya keren, tapi ngawur banget!!!*

Sepertinya nggak perlu Ane jelasin panjang lebar, udah pada ngerti. Semoga yang cinlok bisa beneran. Jangan lupa kabarin kalo udah jelas, hihihi...

Sampai ketemu di lain waktu, Thanks Kresna Group!

Comments

  1. wah wahh,,,,, wuasemmm,,,, ngatain gua anehhh,,,,hahahha

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...