Tahun 2016 telah berlalu, biarkan itu semua tersimpan dimemori kenangan. Pahit, manis, asam dan gurih itu sudah menjadi santapan kehidupan. Tak usah ente fikirkan lagi, semua sudah berjalan semestinya.
Selamat menikmati kehidupan ditahun yang baru. Jadikan semua itu sebagai pelajaran untuk menapaki perjalanan kita.
Sinar senja. Lagi-lagi senja, entah kenapa ane senang dengan yang namanya senja. Mungkin wanita itu bernama Senja *hahazeek.
Warnanya dapat membuat kehangatan dihati. Keemasannya yang selalu ia tampakkan diufuk barat yang hampir menyentuh bibir laut. Tak jarang ane selalu berfikir, dengan keindahan ini kenapa orang-orang selalu membuat suasananya jadi kurang asyik.
Beberapa hari yang lalu, ane sudah rencanain dengan matang akan kepantai sekedar melihat kemilau cahaya senja. Dihari yang sama bertepatan dengan perayaan tahun baru masehi, macet yang berkepanjangan tidak mampu menyurutkan sikap ane, pantai !
Dengan kemacetan yang mengular, ane berinisiatif untuk menerobos dengan cara nyelip ala Valentino Rossi. Berbeda saja, ane pakenya motor Rx King, motor kebanggaan ane. Motor yang ane beli ditahun pertama ane masuk kuliah. (kapan-kapan ane ceritain tentang tuh motor)
Setelah bermacet ria bercampur sempritan pak polisi. Maklum, motor ane sasaran empuk om-om polisi untuk disodorkan surat tilang. Ketika tiba, matahari hampir saja meninggalkanku sebelum sempat melihatnya. Entah matahari itu menungguku atau mungkin saja ane kebut-kebutan dijalan (jangan dicontoh).
Sinar senja sangat elok, manis, gurih, harum dan besar *yakali, emang martabak manis* Ditambah semilir angin sepoi-sepoi yang menerbangkan layangan anak-anak kecil yang masih merengek minta susu, bapaknya pula ikut-ikutan minta, minta mama baru, eh. Muda-mudi dengan beraninya memadu kasih dibibir pantai, ingin ane teriakin "woi, cari tempat yang sepi qelez". Ibu-ibu jualan jagung tapi tikarnya mesti disewa juga, harga tikar lebih mahal dari sepotong jagungnya. Wanita yang ane tungguin semenjak diwisuda, entah kemana saat itu. Laah, ini judulnya apa ceritanya apa, jangan curhat qelez!
Senja itu akan segera pergi, suasana makin bertambah nyaman, semua itu hampir saja sirna ketika melihat tingkah-tingkah makhluk sejenisku. Sampah-sampah masyarakat yang bertebaran dibibir pantai. Entah siapa yang berbuat ulah semacam ini. Jika alam terdengar ketika berbicara, habis dimarahin ente.
Tau nggak sih ? Rasanya tuh seperti suasana "senja yang tertukar" dengan sampah-sampah yang bertebaran. Ane harap sih buat ente, ente dan ente yang ingin berwisata tolong dijaga ya alamnya, agar apa yang ada ditempat itu tidak terkotori oleh perbuatan ente.
Ingat, alam juga punya perasaan, tolong jaga perasaan mereka !!!
"Suci, bersih dan nyaman itu Indah, om bersih om"

Ketika tahun lau berlalu, setelah itu tumpukan sampah bertebaran di mana-mana. Seperti itulah kenyataannya.
ReplyDeletePola pikir masyarakat tak ada perubahan bang, masih seenak nya aja...
Delete