Skip to main content

Semua Orang Punya Mimpi!


Tulisan ane kali ini hanya catatan pribadi, jangan dicontoh jika tidak mengenakkan hati!

Berbicara cita-cita dari kacamata Bang Noe! #huwazeek.

Cita-cita, berbicara tentang cita-cita ane percaya kalau kita semua pasti punya cita-cita yang sudah terwujud atau masih dalam perjalanan mewujudkannya.

Apa cuman ane aja yang ngerasa cita-cita waktu kecil dulu berbeda dengan saat ini. Setiap tingkat pendidikan ane merasa cita-cita ane itu berbeda-beda. Ketika masa SD, SMP, SMA, KULIAH cita-cita ane itu sangat berbeda.

Dulu semasa SD ibu guru ane selalu nanyain ketika masuk kelas

"Nak, kalian mau jadi apa kalau udah besar nanti (cita-cita) ?"

Spontan dengan nada polos dan tak tahu apa-apa, tak tahu bagaimana akan mewujudkannya setiap orang menjawab dengan sangat enteng tanpa beban

"Mau jadi ini Bu, mau jadi itu Bu"

Begitu pula ketika tingkat sekolah selanjutnya dan anehnya, ane ngomongnya berbeda dengan cita-cita sebelumnya.

Ketika akan masuk di bangku perkuliahan, kejadian itu hampir sama, bedanya kalau kali ini ane menentukannya secara pribadi tanpa ada guru atau dosen yang mendoktrin. Tapi, jujur ketika di akhir bangku perkuliahan ane merasa berbeda aja. Passion ane nggak masuk dengan mata kuliah ane selama 4 tahun ini.

Ane percaya banget dengan kata Abah ane.

"Jalanin aja, rezeki setiap orang sudah ditentuin oleh yang maha kuasa."

Tapi, bener atau nggak! Coba ente search di Mbah google, berapa persen orang yang saat ini terjun didunia kerja berbeda dengan jurusannya, percaya nggak percaya deh lebih banyak mereka kerja tidak sesuai jurusannya.

Btw busway, Mau tau nggak passion ane saat ini ? Hahaha nantilah kapan-kapan ane beri tahu yaa! :D

So, jalani aja apa yang ente rasa saat ini. Tapi inget, ane nggak nyaranin loh untuk ngikutin jejak ane. Ane juga masih berusaha untuk mewujudkan passion ane saat ini. Nanti, kalau udah nemu passion ente, kabarin ane yah, kali aja kita bisa saling bantu hehehe.

Ingat!!! Tetap berdo'a kepada yang Maha Pemberi Segalanya, seberapa besar usaha ente kalau tidak disertai dengan do'a ane yakin bakalan sia-sia perjuangan ente.

Comments

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...