Ane rasa ketika ente semua lihat judulnya paling mikirnya udah nggak bener aja. Iya nggak ? Jangan salah faham dulu, ane nggak ngajak ente semua untuk berfikir yang nggak-nggak. Tampang ane nggak ada tampang yang nggak bener kok #huwazeek.
Berbicara celana dalam dan kebaikan dari kacamata Bang Noe!
Semua orang ane yakin pernah melakukan hal-hal kebaikan, kecil atau besar entah itu untuk orang tuanya saudaranya, sahabatnya bahkan mungkin kepada Presiden kita.
Tapi ingat dalam pandangan orang lain 1000 kebaikan yang ente perbuat dapat jatuh runtuh seruntuh-runtuhnya dengan 1 kejelekan yang ente perbuat ketika diperlihatkan dengan sengaja ataupun tidak. Itulah manusia! Diwajarin aja.
Kebaikan itu ane ibaratkan seperti celana dalam, tidak perlu diumbar-umbarkan. Terkadang banyak orang yang senang memamerkan barang yang satu ini (red celana dalam).
Entah itu barangnya istimewa, mahal, belinya diluar angkasa ataupun berlapis emas tak wajar jika ente pertontonkan kepada khalayak orang banyak (kurang wajar). Ane rasa, jika ada orang yang memamerkan celana dalamnya dengan sengaja, rasanya kurang pantas aja. Iya nggak ? Nggak usah manut-manut aja ente.
Sejatinya sebuah celana dalam itu harus tertutup rapat, bagaikan aib yang tidak boleh terbuka untuk umum karena itu dihargai dengan harga diri ente. Jika sebaliknya, berarti ente tidak bisa menjaga harga diri ente. Begitu pula kebaikan, sudah menjadi harga diri kita semua, cukup Allah dan diri kita saja yang tahu.
Pasti timbul pertanyaan dilubuk hati ente yang puuuualing dalam, kenapa ane ibaratkan kebaikan itu ibarat celana dalam ? Ane mengibaratkan diatas karena tanpa menggunakan celana dalam kegiatan sehari-hari kita rasanya kurang lengkap.
Spongebob aja masuk kerja di cafe Mr. Krabs tidak lupa pakai celana dalam. Normalnya setiap orang tanpa itu semua kegiatan kurang nyaman, ini itu kurang pede padahal barang yang satu ini sangat murah dipasar, paling 5 ribu dapet 3. Begitu pula kebaikan, ketika kita melakukan aktifitas tanpa dibarengi kebaikan ane rasa kurang enjoy aja beraktifitasnya.
So, jaga celana dalam ente dari tontonan umum begitu pula kebaiakan ente, tutup rapat-rapat. Tentang kebaikan, biarkan saja orang lain yang mencarinya tanpa diumbar-umbar.
Tentang celana dalam, jangan sampai ditemukan orang lain, kalau ditemukan bisa brabe jadinya. Jangan terlalu serius, cukup ambil sarinya dan buang ampasnya!
Terinsipirasi dalam tulisan qureta.com

Comments
Post a Comment