Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2016

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...

Cintai Aku Dengan Akadmu, Bukan Coklatmu!

Foto: Tarjih Oleh: Samsul Zakaria, S.Sy Pagi ini, Rabu (11/02/2015), saya mendapatkan kiriman gambar di WhatsApp (WA). Dalam gambar tersebut terlukis tumpukan dua coklat dan dua helai daun. Tertulis di atasnya, “Cintai Aku Dengan Akadmu Bukan Coklatmu, Mas...” Tentu sangat mudah untuk diterka kemana arah sindiran tersebut. Sabtu ini, 14 Februari 2015, kaula muda bahkan tidak hanya yang muda akan merayakan Valentine’s Day (Hari ‘Kasih Sayang’). Apa yang salah dengan berbagi kasih dan sayang? Bukankah Islam diturunkan untuk menjadi rahmat, membawa cinta, kasih, dan sayang bagi semesta? Pertanyaan tersebut menjadi alasan pembenar bagi mereka yang mendewakan Valentine’s Day. Lalu bagaimana menanggapinya? Sayang memang boleh dibagikan. Tetapi pada saat yang tepat, dengan porsi yang tepat, dan kepada orang yang tepat. Menjelang perayaan Valentine’s Day, banyak toko yang menjual coklat beserta ini yang memprihatinkan, Kondom! Dari situ dapat dibaca bahwa Valentine’s Day tidak ber...

Ibu Apa Kabarmu Hari Ini?

Ibu... Aku anakmu,  Masih haus akan doa-doamu, Masih haus akan kasih sayangmu Masih haus akan belaianmu Ibu... Maafkan aku, Pergi meninggalkanmu, Meninggalkan coreng diwajahmu. Ibu... Aku pergi merantau,  Demi membeli mulut orang-orang yang menghinamu.  Ibu... Aku rindu sentuhan tangamu Aku rindu aroma masakanmu Aku rindu akan makianmu dan aku rindu semua tentang mu. Ibu... Maafkan anakmu, yang belum bisa membahagiakanmu, yang belum bisa mewujudkan cita-citamu. Ibu... Apa kabarmu hari ini? Ku harap kau sehat selalu. 

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Curhatan Hati Untuk Tuhan

Ya Tuhan, hati ini, jiwa ini dan hidup ini hanyalah milikmu. Engkau Maha Pemilik Segalanya. Jujur, aku pernah salah meletakkan hati ini pada orang lain. Karena aku tak mengindakkan perintahmu untuk selalu mengedepankan sesuatu hanya karena-Mu. Maka aku mohon kepadamu. Tuhan, letakkan hati ini pada orang yg benar-benar tepat untukku bukan kepada orang yang hanya mengatasnamakan cinta pada kenistaan, letakkanlah hati ini pada orang yg tulus karena cinta-Mu bukan kepada orang yang hanya mengatasnamakan cinta duniawi, aku ingin dipertemukan dan dipisahkan hanya karena-Mu. Aku ingin semua itu karena-Mu. Tuhan, aku tidak membenci tentang semua yang telah terjadi kepadaku, akupun tidak menyalahkan siapapun tentang ini, yang aku tangkap hanyalah sebuah peringatanmu untuk aku menjadi orang yang lebih baik lagi dikemudian hari nanti. Tuhan, tugasku melakukan dan engkau yang mengizinkan maka, kutenangkan langkahku, kuluruskan niatku, dan izinkan ketenangan hati, jiwa, dan pikiran ...

Celana Dalammu Berbanding Lurus Dengan Kebaikanmu!

Ane rasa ketika ente semua lihat judulnya paling mikirnya udah nggak bener aja. Iya nggak ? Jangan salah faham dulu, ane nggak ngajak ente semua untuk berfikir yang nggak-nggak. Tampang ane nggak ada tampang yang nggak bener kok #huwazeek. Berbicara celana dalam dan kebaikan dari kacamata Bang Noe! Semua orang ane yakin pernah melakukan hal-hal kebaikan, kecil atau besar entah itu untuk orang tuanya saudaranya, sahabatnya bahkan mungkin kepada Presiden kita. Tapi ingat dalam pandangan orang lain 1000 kebaikan yang ente perbuat dapat jatuh runtuh seruntuh-runtuhnya dengan 1 kejelekan yang ente perbuat ketika diperlihatkan dengan sengaja ataupun tidak. Itulah manusia! Diwajarin aja. Kebaikan itu ane ibaratkan seperti celana dalam, tidak perlu diumbar-umbarkan. Terkadang banyak orang yang senang memamerkan barang yang satu ini (red celana dalam). Entah itu barangnya istimewa, mahal, belinya diluar angkasa ataupun berlapis emas tak wajar jika ente pertontonkan kepada...

Perbincangan Rakyat Biasa

Saya memang menyukai berbincang dengan rakyat biasa, di mana saja dan kapan saja yang sekiranya memungkinkan. Berbincang dengan rakyat biasa tidak seperti yang lazim dilakukan oleh para eksekutif, yakni harus mencari tempat khusus dan waktu khusus pula.  Berbincang dengan mereka itu bisa dilakukan di taksi, jika sedang naik taksi, di pos penjagaan kampung (kampling) jika sedang mendapat giliran ronda, di masjid bakda sholat jama'ah dan lain-lain. Pokoknya perbincangan bebas itu bisa di mana saja yang mungkin bisa dilakukan. Rakyat biasa yang saya maksudkan dalam tulisan ini adalah orang-orang tertentu yang umumnya berpendidikan rendah dan juga ekonomi mereka pas-pasan atau tidak berlebihan. Orang yang berpendidikan tinggi dan berekonomi cukup, dan mereka yang masuk kelas menengah ke atas, tidak saya masukkan dalam kategori kelompok ini.  Walaupun mereka itu juga berstatus rakyat biasa, tetapi seringkali sebutannya bukan itu, melainkan orang berada, pengusaha, kel...

Semua Orang Punya Mimpi!

Tulisan ane kali ini hanya catatan pribadi, jangan dicontoh jika tidak mengenakkan hati! Berbicara cita-cita dari kacamata Bang Noe! #huwazeek. Cita-cita, berbicara tentang cita-cita ane percaya kalau kita semua pasti punya cita-cita yang sudah terwujud atau masih dalam perjalanan mewujudkannya. Apa cuman ane aja yang ngerasa cita-cita waktu kecil dulu berbeda dengan saat ini. Setiap tingkat pendidikan ane merasa cita-cita ane itu berbeda-beda. Ketika masa SD, SMP, SMA, KULIAH cita-cita ane itu sangat berbeda. Dulu semasa SD ibu guru ane selalu nanyain ketika masuk kelas "Nak, kalian mau jadi apa kalau udah besar nanti (cita-cita) ?" Spontan dengan nada polos dan tak tahu apa-apa, tak tahu bagaimana akan mewujudkannya setiap orang menjawab dengan sangat enteng tanpa beban "Mau jadi ini Bu, mau jadi itu Bu" Begitu pula ketika tingkat sekolah selanjutnya dan anehnya, ane ngomongnya berbeda dengan cita-cita sebelumnya. Ketika akan masuk di ba...

Rezeki Siapa Yang Tahu

Pecel Lele 58. Jl. Berbah (Depan Paskhas) Siang itu abang sedang mencari kontrakan rumah untuk ditempati anak temennya abahnya abang disekitaran Gowok. Asyik-asyik nyari, tiba-tiba perut mulai keroncongan ternyata belom makan seharian, matahari udah tinggi banget. Mampirlah abang disebuah warung makan yang suasananya sangat nikmat, berhadapan langsung dengan lumbung padi (persawahan). Dengan memesan satu porsi nasi ayam goreng sambal bawang dan es teh, makanannya lumayan enak kok, murah meriah. Selesai makan abang mulai mencoba bertanya ke pedagangnnya soal kontrakan, ya mungkin aja ada informasi. Dan ternyata, mas-mas penjualnya ngarahin ke suatu tempat kalau ditempat itu banyak kontrakan-kontrakan murah. Setelah membayar semuanya,  abang menuju alamat yang telah diterangkan oleh mas nya tadi, dan akhirnya saya menemukan banyak kontrakan ditempat itu. Pelajaran yang dapat abang ambil adalah, ibaratkan rezeki, kita tidak akan tahu dari mana asalnya dan akan datang dari s...