Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2017

Jangan Pernah Mencoba Makanan Ini!

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke kota Malang tapi tidak mampir ke Batu. Saran ane jika ke Batu jangan lupa untuk bercinta sejenak ya, setidaknya ada yang bisa dikenang kalo udah balik kerumah. Jangan ngeres dulu, bercinta yang ini bukan dengan yang seperti itu, berhubung blog ini isinya tentang traveling, untuk sesi bercinta kali ini dengan apa yang ane temui ketika dalam perjalanan dan bermanfaat buat yang lainnya, khususnya yang rela (terpaksa) baca blog yang nggak jelas ini. Tahu Batu kan? Kayaknya nggak perlu lah ane jelasin, kayanya kalian paling faham. Ane nggak nyuruh kalian buat bercinta dengan Batu... Mau lo? Setelah berkeliling ria seharian penuh, tak adil jika tak berkunjung ke Alun-Alun Kota Batu. Nggak kalah keren kok dengan kota lainnya. Terdapat bianglala atau kincir guede, ah terserahlah apa namanya, yang penting yang bisa muter-muter gitu kek dipasar malam. Disepanjang jalan yang disediakan penuh dengan jajanan yang dijajakan warga sekita...

Thankz Kresna!

Entah mau nulis apa saat ini, bingung aja. Mau mulai dari mana, sisi mana, kode etik mana, kalo tulisan kek gini Ane paling susah, susah bayanginnya, entah... hahaha Ketika mulai nulis, Ane sekarang lagi di angkringan dekat stasiun Jombang, minum kopi dan nyemil kacang rebus yang masih banyak tanahnya sambil nunggu kereta Logawa jam 12:05 tujuan kota istimewa, yang jalannya berhenti mulu, ngalah ama yang eksekutif. huwazeemm!!! Mulai jalan ke ruang tunggu sambil mikirin lekuk-lekuk tulisannya mau kek apa hasilnya. Kereta Logawa yang dinanti-nati tiba juga, pengen ane marahin tuh kereta, tapi sayang dia hanya tiba dengan terdiam, sambil malu-malu, seandainya bisa ngomong "Sorry Bang Noe, tadi ada kereta Eksekutif Malioboro Ekspres jadi ngalah dulu" Oke fine, kali ini ane maklumi. Sekarang ane udah duduk ditempat yang udah ditentukan mbak-mbak reservasi tiket stasiun, bersebelahan ama sepasang suami istri yang sedang mesra-mesraan, toloooong, toloooong, bisa nggak na...

Percayalah

Mungkin jemariku tak mampu menggapaimu dan mungkin jemariku tak mampu lagi menyentuhmu, tapi ingat lah kasih, jemariku tak bosan ku tengadakan untuk mendoakan kebahagianmu bersama pasanganmu.  Biarlah aku terus memelukmu di dalam doa dan diamku kasih. Aku meyayangimu melebihi seorang perokok yang tak punya korek api Aku menyayangimu melebihi seorang pelacur yang mengharapkan kehadiran seorang tamu tuk menemani malamnya. Aku menyayangimu melebihi seorang anak kecil yang meminta jajan kepada ibu dan bapaknya. Dan, aku mencintaimu melebihi dari apa pun yang kau tahu tentang aku, kamu (dalam diri sendiri) dan dia yang kamu cintai saat ini. Percayalah kasih, tak ada alasan untukku tidak terus mencintaimu.

Ini Tansunya Anak Pare yang Wajib Dicoba!

"Anak Pare, mana suaranya ???!" Hallo temang, jumpa lagi kita. Ane mau nanya, kira-kira dari ente semua yang sedang baca tulisan ini, siapa yang sudah pernah ke Pare ? Atau sedang di Pare saat ini? Kali ini, ane pengen nulis tentang makanan. Salah satu makanan kecenya anak-anak Pare ketika sedang mencari setitik ilmu bahasa di Kampung Inggris. Tahu kan Pare ? Kampung Inggris ? Pasti tahu dong... Eits... Pare yang ini bukan nama sayur-sayuran yang rasanya pahit ya, berbeda pengertian dengan yang ini. Ane lagi nggak bahas sayur-sayuran dipasar. Ane sedang ngebahas sebuah kampung kecil yang didalamnya terdapat berbagai macam tempat kursus bahasa, dari bahasa Inggris, Jepang, Arab dan lainnya. Tapi yang lebih terkenal adalah Bahasa Inggris, makanya (mungkin) dijuluki Kampung Inggris. Bagi mereka yang sedang atau telah mengeyam pendidikan di Kampung Inggris, julukannya adalah Anak Pare. Entah dari mana julukan itu datang, ane cuman ngikut aja ama...

Senja Kali Ini

Senja kali ini... Mengingatkan ku pada kisah kita Kala kita duduk diatas kursi Di bawah pohon rindang Dan kau membaca kan ku sebuah cerita yang sudah usang Senja kali ini... Aku nikmati sendiri Berteman kicauan burung yang hendak pulang ke sangkarnya Setelah seharian ia berkarya Dan kembali berjumpa dengan keluarga Senja kali ini... Aku masih disini Di tempat ini Di kursi ini Namun tidak di hatimu kini

Terimakasih Kadonya, Mr. President.

Tahun lalu, 2016 menyimpan banyak cerita untuk Negara kita ini, Indonesia. Carut-marut kejadian silih berganti menerpa tanpa ampun. Dari satu kasus ke kasus yang lainnya. Bisa disebut, Indonesia itu sangat hebat. Hantaman sana-sini tak membuatnya goyah.  Dari kasus kopi beracun yang diawali pada bulan Januari lalu yang membuat heboh dunia pertelevisian nasional, disusul dengan penistaan Agama yang dilakukan oleh pejabat nomor wahid di kota metropolitan yang diawali dengan aksi damai besar-besaran sampai jilid III, entah masih berlanjut lagi atau nggak, kita tunggu aja sambil minum kopi.  Datang isu TKA asal Negeri Tirai Bambu yang jumlahnya puluhan ribu bekerja disni, padahal rakyatnya sendiri masih banyak yang nganggur. Kehadiran pungli besar-besaran yang sebenarnya sudah lama menggerogoti tapi baru saja booming . Tak lupa "Om Telolet Om" juga kebagian eksis di Negara ini. Sungguh hebat Negara ini dengan berbagai masalah pelik yang menimpanya.  ...

Hati-Hati, Jangan Asal Berfoto Ria!

Ramainya pengunjung di tempat ini "Seharusnya sisi-sisi tempat ini (Tugu Pal Putih Jogja) disterilkan dari para wisatawan" Itu kalimat yang malam tadi ane diskusiin kepada kawan ketika sedang duduk santai ditepi trotoar jalan warung kopi yang ada disekitar Tugu. Bukannya kami melarang hanya sedikit menghimbau kepada wisatawan yang hanya sekedar duduk manis sambil berfoto ria ditempat itu. Posisi Tugu Jogja itu sangat strategis dengan jalan raya, tepat berada ditengah-tengah perempatan besar dari timur ke barat, selatan ke utara. Dengan intensitas kendaraan yang terbilang ramai lalu-lalang. Tidak ada yang salah dengan tempat itu (Tugu Pal Putih Jogja), yang ane salahin itu orang-orang yang berada pas disisi pinggir Tugu. Itu jalan raya, dimana banyak kendaraan lalu lalang melawatinya. Takutnya, ketika sedang asyik bercanda dengan temannya tiba-tiba aja gerak kesana kemari atau sedang asyik-asyik berfoto ria tak sadar kendaran yang berada dilampu merah be...

Antara Tradisional dan Online, pilih mana ?

Zaman dengan sangat mudah berkembang biak dengan sangat pesat, dunia tekhnologi salah satunya. Apalagi di Indonesia, jangan ditanya lagi.  Social media contohnya, dapat membuat orang menjadi gemilang secara cepat dan instan tapi dilain pihak dapat menjadikan orang menjadi terpuruk sepuruk-puruknya. Baca juga:  Curhatan Miris Antara Tukang Becak dan Iwan Fals Sudah banyak contohnya disekitar kita. Yang tadinya hanya seorang penjual makanan bisa jadi publik figur, dan masih banyak lagi. Itu semua berkat tekhnologi saat ini. Ketika ane akan menulis tentang ini, rasa-rasanya kurang pas aja, bukannya ane nggak bisa, hanya saja sampai saat ini info yang ane dapat belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang ane inginkan. Masih kurang, tapi ane mencoba untuk berimajinasi lebih dari biasanya dengan hal yang ane alami selama ini. Tulisan ane saat ini lingkup pekerjaan sosial yang ada dikehidupan masyarakat yaitu tukang ojek, ane rasa semua tahu kan siapa...

Dulu Kita Sedekat Alis

Dulu kita sedekat alis kanan dan kiri... Duduk berdampingan Bertukar duka berbagi tawa Dulu kita sedekat alis kanan dan kiri... Jalan beriringan s aling bergandeng tangan, m enuntaskan tugas yang ibu bapak guru berikan.  Hingga kita lupa akan waktu yang segera memisahkan Dulu kita sedekat alis kanan dan kiri... Bersama menghalau semua tamparan yang menghampiri, h ingga rasa kecewa hilang  lalu pergi dan menciptakan kebahagiaan kita sendiri. Kini... Kita sejauh tangan dan kaki h ingga senyummu tak lagi ku jumpai. Janji yang kita rangkai berkali-kali, seolah pupus, hingga menyisakkan luka di hati. Entah... Apa yang membuatmu pergi. Tak ada alasan yang ku terima, hingga saat ini.

Suasana Yang Tertukar

Tahun 2016 telah berlalu, biarkan itu semua tersimpan dimemori kenangan. Pahit, manis, asam dan gurih itu sudah menjadi santapan kehidupan. Tak usah ente fikirkan lagi, semua sudah berjalan semestinya. Selamat menikmati kehidupan ditahun yang baru. Jadikan semua itu sebagai pelajaran untuk menapaki perjalanan kita. Sinar senja. Lagi-lagi senja, entah kenapa ane senang dengan yang namanya senja. Mungkin wanita itu bernama Senja *hahazeek. Warnanya dapat membuat kehangatan dihati. Keemasannya yang selalu ia tampakkan diufuk barat yang hampir menyentuh bibir laut. Tak jarang ane selalu berfikir, dengan keindahan ini kenapa orang-orang selalu membuat suasananya jadi kurang asyik. Beberapa hari yang lalu, ane sudah rencanain dengan matang akan kepantai sekedar melihat kemilau cahaya senja. Dihari yang sama bertepatan dengan perayaan tahun baru masehi, macet yang berkepanjangan tidak mampu menyurutkan sikap ane, pantai ! Dengan kemacetan yang mengular, ane berini...

Be Better !

Ane yakin banget pasti hari ini sudah tahu kan. Tepat jam 23:60 tadi malam, bergantinya tahun Masehi. Oh iya, dengar-dengar semalam waktu tahun lalu lebih 1 detik loh (khabisat), entah itu benar atau salah. Makanya tulisan diatas ane lebihin satu detik, Sekedar info saja. Rasanya sama saja saat merayakan bergantinya tahun masehi ini, tahun lalu dan tahun sekarang. Mungkin yang beda, sebelum berakhirnya tahun 2016 ane sudah nyelesaiin bangku kuliah, setidaknya begitu. #hahazeek Tahun 2017, tahun dimana orang-orang berharap tahun yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. Jika tahun lalu dapet nilai 9 maka tahun ini dapet nilai 8, eh dapet nilai 10 ding. Tapi semua harapan itu tidak akan terwujud jika pola pikir dan tingkah laku kita sama dengan tahun lalu. Ingin yang lebih baik dari sebelumnya berarti harus melakukan hal yang lebih baik lagi. Jika masih saja melakukan hal yang lama, ane hanya bisa ngucapin, selamat menempuh hidup yang sama. Simple kan ! Saat ini untuk menen...