Skip to main content

Buang-Buang Kata

Akhir-akhir ini banyak sekali kata-kata yang berseliweran ditelinga yang sedikit menggelitik yaitu tentang kebhinekaan sampai-sampai dunia menyorot negeri kita, Bapak Presiden pun berkicau tentang itu. Apa sih penyebabnya ? Tahukah anda apa itu Bhinneka Tunggal Ika ? Adalah semboyan Indonesia . Frasa ini berasal dari bahasa Jawa Kuno dan seringkali diterjemahkan dengan kalimat “Berbeda-beda tetapi tetap satu”.

Diterjemahkan per kata, kata BHINNEKA berarti "beraneka ragam" atau berbeda-beda. Kata NEKA dalam bahasa Sanskerta berarti "macam" dan menjadi pembentuk kata "aneka" dalam Bahasa Indonesia. Kata TUNGGAL berarti "satu". Kata IKA berarti "itu". Secara harfiah Bhinneka Tunggal Ika diterjemahkan "Beraneka Satu Itu", yang bermakna meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap adalah satu kesatuan. Semboyan ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

Dengan arti diatas, meskipun kita berbeda Agama, Budaya, Suku, Bahasa kita tetap satu, bukan dua apalagi tiga. Berbicara tentang masalah yang ada saat ini, yang sampai menghebohkan dunia nyata dan dunia Internasional, sampai-sampai status Tersangka dipersoalkan. Banyak yang menjadi Tersangka dalam kasus mengatasnamakan ini itu.

Ane sependapat dengan salah satu cuitan Wakil Rakyat kita, Bhinneka kita itu tidak pincang, masih aman-aman aja kok, gak ada yang berbeda dengan itu. Ataukah penegakkan hukum kita yang pincang, masalah itu ane tidak bisa meyakinkan anda, tetapi penafsirannya adalah yang pincang itu ya Penegakkan Hukum kita. Masih banyak pengekkan hukum yang berpihak kepada orang yang notabene berduit, berjabatan, bernama, dll. Masih banyak kasus wong cilik yang merajalela di Negeri ini. Masih ingatkah kita semua kasus-kasus hukum yang sangat memprihatinkan, yang sangat menyayat dihati, seorang kakek tua yang menebang pohon, seorang nenek yang mencuri dua buah pepaya dengan alasan kelaparan belum makan dua hari, tetap di hukum kok dengan alasan HUKUM harus ditegakkan secara cepat tanpa ada penundaan, sangat miris mendengar berita seperti itu. Dimana letak kemanusiaannya, iya emang hukum harus ditegakkan, tapi yo dilihat juga aspek lainnya.

Berbicara tentang penistaan Agama yang ada akhir-akhir ini, semua orang berbicara penistaan, dimana ane berada ada aja kata-kata terdengar masalah penistaan. Masih banyak yang berbicara seolah-olah dia yang paling benar, sudah benarkah keimanan mu atau hanya mengikut aja tanpa mengetahui masalah yang ada.

"Kalau ada seseorang yang merasa rumahnya di satroni maling dan berteriak ke warga yang lain, setelah itu malingnya di tangkep hidup-hidup, dan para penegak hukum dengan gagah berani datang ke lokasi itu, kira-kira yang ditangkap oleh penegak tersebut siapa ?" itu hanya ibarat yang ada saat ini.

Kita hidup di zaman modern, sosial media dengan sangat mudahnya mempropaganda, menjatuhkan, menghujat, membully, mengkriminalkan dan sampai menaikkan martabat seseorang itu semua hanya lewat sosial media.

Banyak kok akun sosial media yang abal-abal, hanya membela satu pihak dari pihak yang lain. Hanya satu kata yang terbaik dalam zaman ini "sikap" pintar-pintarlah, ambil yang baik dan buang yang tidak baik. Dimana-mana yang tidak baik itu sangat di benci oleh pencipta kita. Ane rasa masyarakat kita saat ini sudah sangat pintar dan cerdas. Pilah-pilih -lah dalam medengar, melihat, menyebutkan segala sesuatu apapun yang datang kepada kita, agar tidak dapat memecahbelahkan umat kita.

Untuk kita semua, jangan lupa selalu berdo'a untuk kemajuan Negara kita, agar tidak ditindas oleh mereka-mereka yang ingin menjajah lagi Negeri ini, sudah cukup 350 Tahun kita dijajah, *lumayan lama loh, masa yo mau dijajah lagi, mikiirrr...*

Itu semua dapat diberantas dengan cara,  masyarakat harus selalu menjungjung tinggi Kebhinekaan, Agama, Budaya dan Toleransi yang tinggi. Dan semoga bagi mereka-mereka yang baru saja berniat atau sudah dijalan yang tidak baik, semoga diberikan pencerahan dan menjadi lebih baik lagi. Amin...

Comments

Popular posts from this blog

Dua Puluh Dua Desember

Fajar yang terlihat jelas dari sela jendela kamar, kemilau cahayanya membuat suasana yang tadi dingin oleh tetesan embun menjadi hangat, ah ternyata embun itu sudah menyatu dengan udara. Pagi ini sangat indah, tak ada mendung yang menyelimuti, semoga hari ini hati bersahabat. Aku mengintip dari balik jendela kamar terlihat daun-daun pepohonan yang ada dihalaman mulai berjatuhan ditanah. Beberapa ekor ayam yang sedang mencari secuil rezekinya dibalik dedaunan dengan penuh semangat. Hati ini terasa damai. "Ibu" Wajahmu secara cepat teringat dibenakku, kusingkapkan selimut yang sedari tadi menempel dengan lembut ditubuhku. Iya, usai subuhan tadi kantukku tak tertahan lagi sampai lupa matahari sudah setinggi jengkal menyinari bumi. Kucoba meraih sebuah album kecil yang baru beberapa bulan dicetak, sengaja aku cetak dua foto setiap foto, satu untuk ibu satu untukku. Foto dibalik layar Hp tak seindah foto yang ada dalam album, rasanya bergerak dan hidup, lupakan itu hanya...

Senja Dipenghujung Tahun

Foto: pecintasendja Senja, aku harap kamu tidak melupakan hari ini. Karena senja hari ini adalah penyambung senja esok hari. Senja, cahayamu hari ini sangat lembut membuat suasana hati penghuni bumi ini bahagia. Senja, jangan malu-malu untuk selalu menampakkan kelembutannmu. Karena, cahayamu memberikan kekuatan kepada malam. Senja, aku harap besok kamu kembali lagi dengan suasana yang baru. Karena aku selalu butuh suasana baru. Senja, jangan bosan-bosan sinari penduduk bumi. Karena sinarmu adalah sebuah pengharapan. Senja, terimakasih tentang ceritamu hari ini. Aku akan tetap menunggu ceritamu nanti. Senja, terimakasih kamu telah meramaikan suasana sore dipenghujung tahun ini, semoga ditahun depan senjamu lebih banyak memancarkan keemasannya di ufuk barat. Sore ini adalah akhir cahaya keemasan lembutmu menyinari kotaku ditahun ini. Esok, jangan lupa untuk menampakkan cahaya lembut keemasanmu sebagai awal perkenalan ditahun yang baru.

Sahabat, Tuhan Lebih Sayang Kepadamu.

"Sahabat, kamu adalah lentera jalan yang melengkapi setiap perjalananku" Di tahun 2001, ada siswa baru masuk kekelas kami. Dia melengkapi meja yang telah kosong dideretan tengah. Jika dijelaskan dengan jelas, dia masih ikatan keluarga. Wajar saja, kelas ini di isi oleh sahabat sepermainan dari kecil. Kami hanya ber enam waktu itu dan ditambah dengan kedatangan satu murid baru. Tak ada siswa selain dari desa kami. Kampung damai kecil dipesisir pantai. Namanya Nur Safaria Zirun, kami semua memanggilnya Zia. Alasan anak itu masuk dikelas kami karena baru saja pindah dari sekolahnya diseberang pulau sana. Mulai dari main bareng, canda bareng. Kebersamaan kami mulai terbangun dengan rapih selama setahun. Tak sampai lulus bersama kami, hanya setahun dia mengenyam kebersamaan bersama kami, entah dia melanjutkan sekolah dikota mana, tak ada kabarpun. Bak hilang ditelan waktu. Aku dan yang lainnya tetap satu sekolah didesa yang sama, sekolah dikota waktu itu hanya...